Perempuan Arab Saudi Sudah Mendapatkan Lebih Banyak Hak

Kritik terhadap kesejahteraan HAM
Reina Wehbi dari lembaga Amnesty International mengatakan walaupun Arab Saudi "memperbaharui citranya" sebagai negara berpemikiran maju, realita di lapangan sangatlah berbeda.
"Perubahan 'positif' kebanyakan dalam bidang sosial sementara reformasi hak asasi manusia di Arab masih sangat jauh dari reformasi," katanya.
"Mereka harusnya memfokuskan perhatian ke penangkapan brutal aktivis dan pembela HAM."
Menurutnya kebanyakan pembela HAM, wartawan independen dan aktivis ditahan sewenang-wenang.
Di tahun 2019, ketika negara tersebut memperbolehkan perempuan mengemudi, perempuan yang melakukan kampanye tiada henti langsung ditangkap lalu dipenjara.
Yang terbaru mahasiswi S3 dan aktivis bernama Salma al-Shehab yang mengirim posting dukungan atas hak perempuan dan aktivis di Twitter dijatuhi hukuman penjara 34 tahun.
Diproduksi oleh Natasya Salim dari laporan dalam bahasa Inggris
Mahasiswi Arab yang kuliah di Australia terkejut mendengar kesan negatif tentang negaranya
Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi