Perempuan di Negara Ini Menghadapi Kengerian Ganda, 3 Bulan Sudah 1.000 Dibunuh

Dia menambahkan bahwa pemerintah belum menerbitkan rencana untuk mengatasi lonjakan aksi kekerasan dalam rumah tangga.
"Ada pengabaian yang lengkap dan absolut," katanya. "Apa yang terjadi di negara ini tidak manusiawi."
Dalam pertemuan pekan lalu mengenai kekerasan terhadap perempuan selama pandemi, Menteri Dalam Negeri Olga Sanchez Cordero mengatakan hotline darurat 911 negara itu adalah kunci untuk memerangi masalah itu.
"Kita harus bergabung dengan upaya untuk menghadapi pandemi kekerasan (terhadap perempuan) yang merupakan pandemi diam, tetapi telah menyebabkan rasa sakit (dan) menelan ribuan jiwa dalam setahun," katanya.
Kementerian Dalam Negeri tidak segera menjawab permintaan komentar.
Protes menentang kekerasan berbasis gender muncul awal tahun ini, dengan jutaan perempuan Meksiko tinggal di rumah dan meninggalkan pekerjaannya selama aksi mogok nasional pada Maret, sehari setelah serangkaian protes di seluruh negeri untuk merayakan Hari Perempuan Internasional.
Meksiko melaporkan tahun terburuk untuk pembunuhan pada 2019, dengan rekor 34.582 korban, menurut data yang diterbitkan pada Januari. (antara/jpnn)
Selama tiga bulan pertama 2020 atau di masa pandemi virus corona, sudah hampir 1.000 perempuan dibunuh.
Redaktur & Reporter : Soetomo
- Polisi Ungkap Misteri Penemuan Mayat Perempuan di Cimahi, Ternyata
- Pembunuhan Juwita oleh Oknum TNI AL Diduga Terencana, Ada Bukti
- Penyidik Usut Indikasi Kekerasan Seksual oleh Oknum TNI AL terhadap Juwita
- Pembunuhan Juwita oleh Oknum TNI AL, Denpomal Sita Sebuah Mobil
- Gelar Perkara Kasus Pembunuhan Juwita Dilakukan Tertutup, Ada Apa?
- Keluarga Juwita yang Tewas Diduga Dibunuh Oknum TNI AL Kecewa