Perempuan Indonesia Dituduh Menipu Warga Australia untuk Investasi Vila di Bali

Alana telah menghubungi polisi untuk memberi tahu mereka tentang ini, menurut email yang dilihat oleh ABC.
Putry membantah tuduhan terhadapnya
Dalam wawancara dengan ABC, Putry, yang dikenal dengan nama Prima Putri Ratnasari adan Prima Putri Thornhill, menyangkal semua tuduhan scamming yang ditujukan kepadanya.
"Kalau saya menipu, saya pasti sudah menghilang. Tapi ini saya masih berkomunikasi dengan orang-orang itu."
"Kalau disebut scamming, itu berarti kan saya membawa kabur uang, saya tidak mengembalikan satu peser pun, tapi di sini saya sudah ada perjanjian untuk mengembalikan," katanya.
Sebaliknya, Putry mengatakan apa yang terjadi adalah pembatalan perjanjian secara sepihak oleh satu orang yang berinvestasi.
"Sedangkan uangnya sudah saya alokasikan untuk membeli villa tersebut … jadi karena saya tidak bisa mengembalikan seluruhnya, kami sepakat pengembalian dilakukan dalam beberapa pembayaran."
"Satu orang ini kemudian memanas-manasi yang lain, sehingga mereka juga membatalkan perjanjian," kata Putry.
Ia juga mengatakan tidak pernah menawarkan investasi vila ini.
Dua warga Australia mengklaim mereka adalah korban penipuan investasi vila di Bali setelah melakukan uang transfer lebih dari AU$120
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- ASDP: Arus Balik di Pelabuhan Gilimanuk Mulai Meningkat
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun