Perempuan Indonesia Dituduh Menipu Warga Australia untuk Investasi Vila di Bali

"Mereka yang awalnya bertanya 'what are you doing for business' dan setelah saya jelaskan, mereka tertarik untuk half-half dengan saya karena faktor harganya [yang lebih terjangkau]."
'Jangan takut melapor'
Chris dan Alana telah menghubungi Polisi Federal Australia (AFP), polisi di negara bagian New South Wales dan Australia Barat, tempat tinggal pelapor, Pasukan Perbatasan dan Interpol.
Mereka mengatakan polisi AFP dan WA tidak akan menerima pernyataan mereka.
Panggilan ke pasukan polisi lainnya terdengar, kata mereka.
Ketika pihak kepolisian dihubungi melalui email, Chris dan Alana mengatakan mereka diminta untuk melaporkan masalah tersebut kepada AFP, yang sejak awal tidak mau menerima pernyataan mereka.
Mereka juga telah melaporkan ke ACCC's Scamwatch dan Border Watch, di bawah Departemen Dalam Negeri dan memungkinkan orang untuk "melaporkan aktivitas imigrasi, visa, bea cukai, dan perdagangan yang mencurigakan atau ilegal".
Mereka mengaku belum menerima respons apa pun.
"Kami mempunyai banyak informasi untuk dibagikan namun tak seorang pun ingin melihatnya dan hal ini benar-benar membuat frustrasi," kata Chris.
Dua warga Australia mengklaim mereka adalah korban penipuan investasi vila di Bali setelah melakukan uang transfer lebih dari AU$120
- ASDP: Arus Balik di Pelabuhan Gilimanuk Mulai Meningkat
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana