Perilaku Simpanse Rawat Bayinya Dianggap Bisa Jelaskan Sisi Sosial Manusia

"Perawatan dari sang Ibu untuk disabilitas yang dialami bayi dan tindakan ‘allomothering’ yang diberikan saudara perempuannya mungkin telah membantunya bertahan hidup selama 23 bulan di alam liar," tulis para peneliti.
"Sang ibu menggendong bayi dan membawanya saat pindah karena ia suka mengurusnya sendiri. Ketika menyusui, sang ibu mengangkat bayi ke putingnya untuk disusui,” terang Profesor Michio.
Bayi tak terlihat sejak Des 2012
Anggota lain dari kelompok simpanse tak menunjukkan bentuk kebencian atau ketakutan apapun terhadap sang bayi.
Profesor Michio menyebut bahwa penelitian ini bisa membantu menjelaskan bagaimana manusia berevolusi menjadi makhluk sosial.
"Salah satu ciri manusia sosial adalah bahwa manusia mau merawat penyandang disabilitas dan mereka yang dalam posisi rentan," katanya.
Ia menerangkan, "Menarik untuk mengamati simpanse yang merawat bayi dengan disabilitas dalam hal mencari tahu kapan sosialitas tersebut terjadi, karena mereka adalah spesies modern yang paling dekat dengan manusia."
Para peneliti dari Universitas Kyoto telah mempelajari sekelompok simpanse di Tanzania sejak 1965, sebagai bagian dari Proyek Penelitian Simpanse Gunung Mahale, dan kawanan dalam penelitian ini digambarkan sebagai "juga terbiasa" dengan keberadaan manusia.
Menurut para peneliti di Jepang, simpanse di alam liar dinilai sangat peduli terhadap bayi mereka yang mengalami "disabilitas parah". Mereka
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi
- Dunia Hari Ini: Unjuk Rasa di Turki Berlanjut, Jurnalis BBC Dideportasi
- Dunia Hari Ini: Kebakaran Hutan di Korea Selatan, 24 Nyawa Melayang