Peringatan Serius dari Prof Zubairi, yang Tidak Peduli, Risiko Tanggung Sendiri

Oleh sebab itu, perlu edukasi berulang-ulang agar masyarakat memahami COVID-19, potensi risiko dan cara mencegahnya.
Untuk mengedukasi masyarakat tentang COVID-19, maka tidak cukup satu kali saja. Perlu sosialisasi berkelanjutan agar masyarakat betul-betul paham penyakit yang menyerang saluran pernapasan tersebut.
Masyarakat yang sudah memahami bahaya COVID-19 wajib memberikan pemahaman kepada masyarakat yang belum percaya adanya virus.
Tenaga medis, media massa, tokoh agama, ketua RT/RW, lurah, kepala desa, camat dan kepala daerah harus lebih aktif mengampanyekan bahaya dan upaya pencegahannya, ujarnya pula.
"Wajib memberi tahu masyarakat, wajib berkomunikasi baik dengan tetangga, agar mereka paham mengenai penyakit COVID-19," kata dia.
Terpisah, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta masyarakat bersabar dan berpartisipasi menurunkan angka penularan COVID-19.
"Insya Allah akan ada proporsional relaksasi untuk daerah-daerah yang bisa mengendalikan," ujar Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil.
Selama PPKM, pemerintah terus menyalurkan bantuan untuk meringankan beban masyarakat.
Ketua Satgas COVID-19 PB IDI Prof Zubairi Djoerban menanggapi unjuk rasa menolak PPKM.
- Promag dan IDI Kolaborasi Gelar Edukasi Takjil Ramah Lambung
- Soal Lagu Bayar Bayar Bayar, GPA Ungkit Peran Polisi Saat Banjir & Penanganan Covid-19
- Muktamar Ke-32 IDI, Praktisi Serukan Kebijakan Kesehatan Berkeadilan
- Isu COVID & Lab Wuhan Mencuat Lagi, China Gercep Membela Diri
- IDI: Agustiani Tio Bisa Berobat ke Luar Negeri Jika Fasilitas di Indonesia Tidak Memadai
- Sidang Tuntutan Korupsi APD Covid-19 di Sumut Ditunda, Ini Masalahnya