Perjalanan Jorge Mario Bergoglio Menjadi Paus Fransiskus
Ia meminta umatnya agar tidak pergi ke Roma untuk merayakannya, tetapi menyumbangkan uangnya kepada orang miskin.
"Umat saya miskin dan saya salah satu dari mereka," katanya di sejumlah kesempatan, yang juga memutuskan untuk tinggal di apartemen dan memasak makan malamnya sendiri.
Pada tahun 2005, ia mengambil bagian dalam Konklaf di mana Paus Benediktus XVI terpilih.
Pada tahun 2013, Paus Benediktus XVI mengejutkan bukan hanya komunitas Katolik, tapi juga dunia, ketika ia mengumumkan keputusannya untuk mengundurkan diri. Saat itu ia mengatakan tak punya lagi "kekuatan pikiran atau tubuh" untuk meneruskan jabatannya.
Para kardinal berkumpul di Vatikan, membentuk Konklaf, hingga akhirnya memilih Kardinal Jorge, yang kemudian dikenal sebagai Paus Fransiskus.
Melangkah keluar ke balkon Vatikan, Paus Fransiskus menyapa 150.000 orang yang memadati Lapangan Santo Petrus untuk menyaksikan momen bersejarah tersebut.
Perayaan tersebut berlangsung meriah di seluruh dunia, termasuk di negara asal Paus Fransiskus, Argentina.
Sebelum Paus Benediktus, satu-satunya paus lain yang pernah mengundurkan diri atas pilihannya sendiri adalah Paus Selestinus V, yang mengundurkan diri pada tahun 1294.
Sebelum menjadi Paus Fransiskus, Jorge Mario Bergoglio adalah seorang anak dari keluarga migran asal Italia
- 'Nangis Senangis-nangisnya': Pengalaman Bernyanyi di Depan Paus Fransiskus
- Heikal Safar Puji Komitmen Mendiang Paus Fransiskus Terhadap Perdamaian Dunia
- Paus Fransiskus Wafat, David Herson: Kita Kehilangan Tokoh Perdamaian Dunia
- Mengenang Paus Fransiskus, Ketum PP Muhammadiyah: Sosok Penyantun dan Humoris
- Paus Fransiskus Meninggal, Prabowo: Dunia Kehilangan Sosok Panutan dalam Kemanusiaan
- Paus Fransiskus, Pemimpin Gereja Katolik yang Reformis, Meninggal Dunia pada Usia 88 tahun