Perkebunan jadi Tantangan & Peluang Penyuluh Pertanian Mewujudkan Swasembada Pangan

Perkebunan jadi Tantangan & Peluang Penyuluh Pertanian Mewujudkan Swasembada Pangan
Mentan Sapa Petani Penyuluh Volume 08. Foto: source for JPNN

jpnn.com - JAKARTA - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman berharap swasembada pangan, khususnya padi dan jagung, tercapai dalam dua hingga tiga tahun ke depan.

Menurutnya, selain menekan impor, pemerintah juga perlu memperkuat beberapa komoditas pertanian lainnya, termasuk komoditas perkebunan, agar dapat diekspor dan menambah devisa bagi negara.

"Harus mampu menekan impor dan memperkuat beberapa komoditas pertanian lainnya termasuk komoditas perkebunan untuk dapat diekspor sehingga menambah devisa bagi negara," ujar Mentan Amran.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widiarsanti, menekankan bahwa subsektor perkebunan memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional.

Menurutnya, sektor perkebunan tidak hanya berkontribusi terhadap ekspor dan ketahanan pangan, tetapi juga dalam penciptaan lapangan kerja serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kebijakan pembangunan sektor perkebunan harus dirancang secara komprehensif untuk menjawab berbagai tantangan dan memanfaatkan peluang yang ada,” ujarnya.

Pada acara Mentan Sapa Petani Penyuluh (MSPP) Volume 08, Jumat (28/2), bertemakan "Kebijakan Pembangunan Sektor Perkebunan: Tantangan dan Peluang bagi Penyuluh Pertanian", perwakilan dari Ditjen Perkebunan, Agnes, memaparkan bahwa total nilai ekspor nasional mencapai Rp 3.438,4 triliun.

Dari jumlah tersebut, sektor non-pertanian menyumbang 86,30%, sementara sektor pertanian berkontribusi sebesar 13,70%, di mana 92,96% dari persentase tersebut berasal dari sektor perkebunan.

Sektor perkebunan tidak hanya berkontribusi terhadap ekspor dan ketahanan pangan, tetapi juga dalam penciptaan lapangan kerja.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News