Perkuat Kedaulatan NKRI di Perbatasan, Begini Caranya
jpnn.com - ATAMBUA - Kepemimpinan Naek Tigor Sinaga sebagai Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) NTT terus memberi warna khusus bagi pemerintah dan masyarakat Kabupaten Belu. Selain ikut berperan mendorong warga untuk menanam bawang tuktuk di Desa Fatuketi Kecamatan Kakuluk Mesak, Naek Tigor juga memotivasi warga khususnya ibu-ibu penenun motif daerah Belu untuk terus meningkatkan mutu tenun ikat yang digeluti selama ini.
Beberapa waktu lalu, Naek Tigor bersama Bupati Belu mensponsori masyarakat Desa Fatuketi untuk tanam bawang tuktuk. Ia juga melakukan sosialisasi rupiah di Mota’ain. Selain itu, pihaknya pernah pecahkan rekor muri dunia dengan peserta 4.601 orang di lapangan umum simpang lima Kota Atambua.
“Saat ini kami teken perjanjian kerja sama pengembangan tenun ikat antara KPW BI Provinsi NTT dengan Pemkab Belu dan pelatihan teknik tenun ikat serta pewarnaan. Ini semua bertujuan untuk memperkuat kedaulatan NKRI di perbatasan,” ungkap Kepala Perwakilan BI NTT, Naek Tigor Sinaga saat acara penandatanganan naskah perjanjian kerja sama dengan Bupati Belu di Dusun Raihenek Kelurahan Manumuti Kecamatan Kota Atambua, Rabu (7/12) lalu.
Menurutnya, kegiatan tenun ikat ibu-ibu di Belu patut mendapat perhatian besar dari lembaganya, mengingat produk tenun ikat sempat memberi omset yang sangat besar bagi Perwakilan BI NTT pada momentum pameran di Jakarta belum lama ini.
"Saat ini tenun ikat lagi tren. Karena itu, kami memandang perlu untuk mendorong ibu-ibu di perbatasan khususnya Belu untuk terus semangat menenun sambil meningkatkan mutu produknya biar tenun ikat NTT terus terkenal kemana-mana," tegasnya.
Kabupaten Belu menurutnya, sangat kaya akan potensi alam. Holtikultura misalnya, sangat banyak aneka jenis antara lain ubi ungu, bawang tuktuk dan anggur yang sudah dikembangkan di Belu, ternyata memberi hasil yang sangat memuaskan.
"Jadi, daerah kita (Belu, red) sangat kaya potensinya asal kita mau berusaha saja. Tanah kita cukup luas mari kita kelola dengan baik, pasti menghasilkan buah berlimpah yang bisa kita gunakan untuk meningkatkan taraf kesejahteraan hidup kita sendiri," ujarnya.
Sementara, Bupati Belu, Willybrodus Lay meminta ibu-ibu penenun agar tidak menggunakan pewarna yang dijual di pasar. Sebab, umumnya mengandung bahan kimia.
ATAMBUA - Kepemimpinan Naek Tigor Sinaga sebagai Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) NTT terus memberi warna khusus bagi pemerintah dan masyarakat
- Dana Sertifikasi Guru PNS dan PPPK Cair, Alhamdulillah
- Astaga, Kontrakan Dijadikan Tempat Produksi Tembakau Gorila di Bandung
- Kembangkan Potensi Anak-Anak Putus Sekolah, Pj Wali Kota Palembang Berikan Pelatihan Tenun Songket
- Pemkot Palembang Siapkan Rp 42 Miliar untuk Program Makan Bergizi Gratis
- Konon Inilah Penyebab Kebakaran Belasan Kapal Nelayan di Pekalongan
- Belasan Kapal Ikan Terbakar di Pelabuhan Pekalongan, Ini Daftarnya