Perkumpulan ICE Perkuat Hubungan Indonesia dan Pakistan

jpnn.com, JAKARTA - Pengusaha Atta Ul Karim membentuk perkumpulan International Creatives Exchange (ICE) untuk mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dengan Pakistan.
Menurut Atta, perkumpulan ini secara hukum sudah disetujui oleh Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Indonesia.
Sebelumnya, perkumpulan bilateral antara Indonesia dan Pakistan menggunakan nama negara, tetapi tidak diperbolehkan dalam aturan hukum.
"Kami bersyukur dengan nama baru ini, kami bisa eksplor ke depannya bukan hanya dengan Pakistan, tetapi negara lain," ujar Atta, dalam keterangannya, Sabtu (29/3).
Atta menuturkan bahwa sejatinya Indonesia dan Pakistan, memiliki kesamaan, salah satunya agama.
Keduanya sama-sama menjadi negara dengan penduduk mayoritasnya beragama Islam. Pakistan dengan sekitar 240 juta jiwa dan Indonesia berpenduduk 280 juta jiwa.
Selain itu, dari segi budaya dan kuliner juga terdapat kesamaan yang mencolok, sehingga kedua negara layak berhubungan dekat.
Setelah Lebaran nanti, lanjut Atta, ICE akan menggelar pameran persamaan Indonesia dan Pakistan, di halaman Kedutaan Besar Republik Islam Pakistan.
Atta Ul Karim membentuk perkumpulan International Creatives Exchange (ICE) untuk mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dengan Pakistan.
- Mendiktisaintek Bertemu Wakil Menteri Rusia, Hasilnya Ini
- Tanam Pohon di Danau Raja, Irjen Herry Ajak Masyarakat Cintai Lingkungan Lewat Adat dan Budaya
- Soal Parapuar, BPOLBF: Tak Ada Pencaplokan, Pendekatan Berbasis Semangat Budaya ‘Lonto Leok’
- IGMJ 2025, Event Musik yang Menyatukan Budaya, Alam, dan Seni dalam Satu Panggung
- Indonesia-Mesir Sepakat Tingkatkan Hubungan Bilateral Jadi Kemitraan Strategis
- Ambil Alih 99% Saham CKBD, CBDK Hadirkan Hotel Bintang 5 di Kawasan NICE