Perlu ada Perubahan Gaya Bermain Tim Jokowinomics

Dia lantas memberikan contoh, mantan Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat Ben Bernanke. Menurut Yanuar, Ben Bernanke merupakan seorang monetaris aliran makro, namun kebijakan Quantitative Easing (QE) adalah mikro inisiatif.
Sekadar diketahui, QE adalah salah satu instrumen moneter yang bisa dilakukan oleh bank sentral suatu negara. Tujuannya untuk meningkatkan jumlah uang beredar di pasar. Dalam hal ini, baik Darmin maupun Sri Mulyani adalah orang gaek dalam hal makro dan bisa memberikan rekomendasi kepada Bank Indonesia.
"Jadi, kritik saya di tim ekonomi ini perlu ada perubahan gaya bermain. Yang bisa menilai apakah perubahan gaya bermain bisa dilakukan ya Presidennya kan? Kan harusnya sebagai orang-orang dengan global network yang katanya 'Top' diujilah kemampuan diplomasinya. bantu presidennya," sindir Yanuar.(ylc/gob/jpnn)
Kondisi rupiah dan IHSG mungkin sifatnya fluktuatif dan bisa bersifat jangka pendek. Namun, jika ditilik ke belakang, nyatanya rupiah terus tergerus.
Redaktur & Reporter : Yessy
- Makin Anjlok, Kurs Rupiah Tembus Rp 16.588 Per USD
- Breaking News: Investor Frustrasi, Rupiah Tembus Rp 16.620
- Rupiah Hari Ini Menguat Efek Sentimen Negatif kepada USD
- Ekonomi Amerika Serikat Melambat, Rupiah Hari Ini Menguat
- BI Banten Beberkan Ciri-Ciri Uang Palsu, Masyarakat Harus Waspada
- Kurs Rupiah Hari Ini Anjlok, Kebijakan Donald Trump Biang Keroknya