Permintaan Kopi Spesial Naik
Sabtu, 13 Oktober 2012 – 08:12 WIB
SURABAYA- Kopi spesial lokal makin menarik perhatian pasar internasional. Kopi spesial memiliki persyaratan khusus, yakni biji kopi tanpa cacat primer, bersih dan ukuran yang seragam, sehingga harganya relatif lebih mahal. Selain dari AS yang merupakan pasar kopi spesial terbesar, permintaan datang dari Eropa, Australia, Jepang, Korea dan Tiongkok. Kopi spesial biasanya merupakan kopi Arabika pilihan. Di tanah air, ada tujuh sentra produksi Arabika spesial, antara lain, Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, Jatim di kawasan gunung Ijen, Kintamani Bali, Toraja, Flores dan Papua. "Tiap tahun produksi kopi jenis Arabika sekitar 90-100 ribu ton, sedangkan kopi spesial sekitar 20 ribu ton," urainya.
Direktur eksekutif Asosiasi Kopi Spesial Indonesia Ina Murwani mengatakan produksi kopi spesial lokal tumbuh 20-30 persen tiap tahun. "Kenaikan produksi tersebut mengimbangi minat pembelian yang makin baik, tentunya diikuti dengan kualitas produksi yang meningkat. Selama ini, kelemahan kopi spesial kita karena kualitas yang cenderung tidak konsisten," ucapnya.
Disebutkan, permintaan tertinggi datang dari AS yang ekspornya mencapai 40-50 persen dari total produksi. Sedangkan, sisanya dikirim ke sejumlah negara-negara lain, seperti Eropa, Australia dan Jepang. Baru-baru ini, permintaan juga mengalir dari Korea dan Tiongkok. Karena itu, sebenarnya potensi pasar kopi spesial masih sangat besar.
Baca Juga:
SURABAYA- Kopi spesial lokal makin menarik perhatian pasar internasional. Kopi spesial memiliki persyaratan khusus, yakni biji kopi tanpa cacat primer,
BERITA TERKAIT
- Kanwil Bea Cukai Jakarta Berikan Izin Fasilitas PLB kepada PT Sanyo Trading Indonesia
- Pertama di Indonesia, Kilang Pertamina Internasional Siap Produksi SAF Tersertifikasi
- Kawasan Gading Serpong Punya Akses Baru Menuju BSD City
- Harga Emas Antam Hari Ini 10 Januari Melonjak, Jadi Sebegini Per Gram
- Ini Kriteria Pelaku UMKM yang Utangnya Bisa Dihapus Pemerintah
- Tangerang Raya Area Strategis Investasi, LPKR Perluas Portofolio Produk Baru