Permintaan Perumahaan Melambat, Properti Tetap Seksi

jpnn.com, SURABAYA - Bisnis properti di Surabaya diperkirakan tetap tumbuh dengan baik meski permintaan perumahan secara umum melambat.
Optimisme tersebut tak lepas dari semakin banyaknya pendatang yang pindah ke Surabaya.
Ketua Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Jawa Timur Soepratno menyatakan, sepanjang 2016 terdapat 36 ribu orang yang mengajukan perpindahan ke Surabaya.
’’Kalau sepuluh persen saja berpenghasilan baik, ada 300 orang yang butuh hunian,’’ ujarnya.
Karena besarnya kebutuhan tersebut, pasar properti di Surabaya terus bertumbuh. Khusus apartemen, pasarnya juga masih menjanjikan.
Alasannya, proyek rumah tapak terkendala ketersediaan lahan sehingga penawarannya tidak sebanding dengan kebutuhan masyarakat.
Selain itu, perubahan Surabaya menjadi kota perdagangan dan jasa meningkatkan kebutuhan terhadap apartemen.
Harga rumah tapak yang naik membuat kebutuhan bergeser ke apartemen sebagai investasi jangka panjang.
Bisnis properti di Surabaya diperkirakan tetap tumbuh dengan baik meski permintaan perumahan secara umum melambat.
- Adhome Bikin Akses Properti Lebih Mudah dan Transparan
- Dukung Program 3 Juta Rumah, Bank Tanah Sediakan Lahan 33,116 Hektare
- Savyavasa, Hunian Kelas Atas yang Jadi Rebutan Pembeli
- Warga YVE Habitat Berpotensi Kehilangan Rumah Akibat PKPU di PN Jakpus
- Rumah123 dan Ringkas Berkolaborasi untuk Permudah Akses KPR
- Kementerian PKP Groundbreaking Pembangunan 500 Rumah Gratis Adaro untuk MBR