Pernyataan Sikap Pansus Papua terkait Baku Tembak TNI vs KKB

Filep mengatakan yang dicari adalah keadilan yang penuh kejujuran tentang sejarah, perjuangan, pembangunan, dan penegakan hak asasi manusia. Selama semua itu belum ditempatkan pada ruang kejujuran, maka keadilan dan kedamaian di tanah Papua hanya merupakan sebuah utopia berkepanjangan.
Pansus Papua, dalam cinta dan cita-cita membangun zona damai di tanah Papua, mendorong adanya dialog dari hati ke hati, dalam posisi horizontal antara pemerintah pusat dengan para tokoh agama, kaum intelektual, para pemuda Papua, dan bahkan semua gerakan yang "dipandang separatis" di tanah Papua.
Hal ini juga pada gilirannya akan membuktikan bahwa Indonesia adalah bangsa yang berkeadaban, yang memberikan ruang terbuka bagi perbedaan-perbedaan kepentingan, bahkan ideologi sekalipun.
"Sudah saatnya, sekali lagi, sudah saatnya pemerintah pusat memperhatikan permasalahan di Papua secara serius. Pembalasan dendam dan kesedihan akan terus mencederai masyarakat sipil, dan mungkin juga para militer, bila tidak ada perhatian serius tentang hal ini," pungkasnya. (boy/jpnn)
Ketua Pansus Papua DPD Filep Wamafma menyampaikan pernyataan sikap peristiwa baku tembak prajurit TNI vs KKB.
Redaktur & Reporter : Boy
- Tokoh Agama Minta Masyarakat Papua Tak Terprovokasi Isu Pelanggaran HAM
- Polisi Periksa Oknum TNI terkait Penjualan Senpi kepada KKB
- Begini Kebiadaban OPM terhadap Guru Honorer dan Nakes di Yahukimo
- Bupati Yahukimo Tegaskan Guru & Nakes di Anggruk bukan Anggota TNI-Polri
- Polri-TNI Evakuasi Para Guru & Tenaga Kesehatan yang Diserang KKB di Yahukimo
- Penyerangan KKB di Anggruk Yahukimo Mengakibatkan 1 Orang Tewas, 6 Terluka