Persaingan Antar Bapak Turun ke Anak
Minggu, 02 Mei 2010 – 06:41 WIB
Awang pun siap jika pada akhirnya putranya kalah dalam pilkada Kukar ini. “Tidak ada masalah," ucapnya. Dia mengaku mendukung keenam calon dan siapa pun yang nanti terpilih. Yang penting, lanjutnya, Kukar bisa damai dan terus membangun. Dikatakan, pelaksanaan pilkada Kukar, sesuai hasil teleconference berlangsung aman dan lancar kendati ada sedikit kendala seperti pasang Sungai Mahakam di beberapa kecamatan. “Tahun ini juga ada 7 pilkada kabupaten dan kota yang lain. Tentu harapannya semua berjalan lancar,” tambah dia.
Gubernur juga mengunjungi sejumlah TPS, di antaranya di Desa Manunggal Jaya, Tenggarong Seberang dan di Loa Kulu Kota, Loa Kulu. Di hari pencoblosan kemarin, etua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Abdul Hafiz Anshary juga ikut memantau berlangsungnya pencoblosan di sejumlah kecamatan melalui teleconference di Desk Pilkada Kukar, Jl Danau Aji, Tenggarong.
Terpisah, Penjabat (Pj) Bupati Kukar Sulaiman Gafur berharap pilkada berlangsung satu putaran. Alasannya, jika hanya satu putaran, maka bisa dihemat biaya yang cukup besar. Dia mengaku senang karena sebagai pjs bisa memfasilitasi penyelenggaraan pilkada yang berlanngsung damai. Jika nantinya sudah dilantik bupati definitif, Sulaiman siap balik lagi bekerja di Pemprov Kaltim. (fel/sam/jpnn)
TENGGARONG -- Anggapan di masyakarat sudah lama muncul, bahwa pilkada Kutai Kartanegara menjadi ajang persaingan antar keturunan dua tokoh di Kaltim,
Redaktur & Reporter : Soetomo Samsu
BERITA TERKAIT
- Megawati Sebut Mundur Lebih Terhormat daripada Dipecat, Sindir Jokowi?
- HUT ke-52 PDIP: Megawati Perintahkan Kader Bonding dengan Rakyat
- Pemerintah Pertimbangkan Melantik Dahulu Kepala Daerah Tak Bersengketa di MK
- Dituding Berperan Memenangkan Istri di Pilkada Serang, Mendes PDT Merespons
- Megawati Anggap Ganjar Sudah Benar Bersikap Tolak Kedatangan Israel ke Indonesia
- Ahmad Yohan DPR Minta Pemerintah Bergerak Cepat Atasi Wabah PMK Sapi