Persaingan Kian Ketat, Ekspor Industri Mamin Melesat

jpnn.com, JAKARTA - Pemerintah menilai industri makanan dan minuman (mamin) menjadi salah satu yang cepat mengadaptasi inovasi produksi.
Karena itu, pemerintah terus mendorong industri mamin agar menjadi pemasok di pasar global.
’’Potensi industri mamin di Indonesia bisa menjadi champion karena suplai user-nya banyak. Untuk itu, kuncinya di industri mamin adalah food innovation and security,’’ ujar Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Rabu (21/3).
Setiap perusahaan mamin diharapkan bisa menjadi pemasok global melalui dukungan pembentukan Indonesian Food Innovation Centre (IFIC).
IFIC didirikan GAPMMI, Business Innovation Center (BIC), serta Commonwealth Scientific and Industrial Research Organization (CSIRO).
Kemenperin bertindak sebagai vocal point dalam IFIC yang merupakan salah satu hasil dari program Indonesia-Australia Comprehensive Partnership Agreement (IA-CEPA).
’’FIC ini nanti mempunyai peran sebagai penghubung global antara industri mamin terhadap inovasi di bidang agro untuk mendukung ketahanan pangan. Jadi, bisa meningkatkan nilai tambah,’’ jelas Airlangga.
Nilai ekspor produk mamin nasional pada 2017 meningkat di tengah persaingan global.
Pemerintah menilai industri makanan dan minuman (mamin) menjadi salah satu yang cepat mengadaptasi inovasi produksi.
- Prabowo Minta Struktur Komisaris BUMN Dirampingkan, Diisi Profesional
- Airlangga Bantah Akan Mundur dari Jabatan Menteri
- Pelaku Usaha Ritel Optimistis Perekonomian Nasional Capai Target Pertumbuhan 8 Persen
- Luhut dan Airlangga Bentuk Tim Khusus untuk Sikat Penghambat Investasi
- Airlangga Dorong Penguatan Investasi Prancis di RI Melalui Percepatan I-EU CEPA & Aksesi OECD
- Jadi Pemateri di Retret Kepala Daerah, Menko Airlangga Dorong Penciptaan Lapangan Kerja