Persebaran COVID-19 Tinggi, RS tak Muat Lagi, Gebrakan Nusron ini Patut Ditiru!
jpnn.com, KUDUS - Gebrakan anggota DPR RI Nusron Wahid menyulap pesantren menjadi rumah sakit darurat, patut ditiru.
Dia menyulap Pesantren Nashrul Ummah yang dipimpinnya dan beberapa pesantren lain menjadi tempat shelter dan rumah sakit darurat untuk isolasi COVID-19 di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.
Nusron Wahid melakukan hal tersebut menghadapi tingginya angka persebaran COVID-19 di Kudus, sementara rumah sakit yang ada sudah tidak muat untuk menampung pasien.
"Karena persebaran tinggi, rumah sakit tidak muat lagi. Banyak yang kena COVID-19 isolasi di rumah. Akan tetapi, malah menularkan keluarga yang lain di rumah."
"Ini bahaya, perlu terobosan," ujar Nusron saat launching Shelter dan RS Darurat Pesantren COVID-19 secara virtual, Kamis (17/6).
Wakil rakyat dari Dapil Jateng II (Kudus, Jepara, dan Demak) ini mengatakan bahwa Pesantren Nashrul Ummah di Desa Mejobo, Kudus secara fisik layak untuk tempat isolasi penderita COVID-19.
"Kami akan ajak pesantren-pesantren lain yang mau untuk sementara dijadikan shalter dan rumah sakit darurat," kata Nusron.
Dalam rangka mewujudkan itu, Nusron meminta tim asistensi dari BUMN Indonesia Health Care, perusahaan pelat merah yang mengelola rumah sakit.
Persebaran COVID-19 di Kudus tinggi, rumah sakit tak muat lagi, gebrakan Nusron ini patut ditiru.
- Ini Respons Dasco atas Kebijakan Trump soal Tarif Impor
- Komisi VI DPR Sidak Jasa Marga, Pastikan Kesiapan Arus Mudik Lebaran 2025
- Misbakhun Buka-bukaan Data demi Yakinkan Pelaku Pasar di Bursa
- Aksi Tolak RUU TNI Masih Berlangsung, Sejumlah Pedemo Dibawa Sukarelawan Medis
- RUU TNI Disahkan Jadi UU, Sekjen KOPI Kecam Segala Bentuk Aksi Kekerasan yang Mengatasnamakan Gerakan Mahasiswa
- DPR Segera Bahas RKUHAP, Muncul Penegasan Penyidikan Harus Pakai CCTV