Persekongkolan Sadis! Sangat Sadis!

Keterangan sumber, terkait sekuriti tersebut membuat bos PT Patriot, Benediktus saat dijumpai di TKP siang kemarin hanya membenarkan terkait permintaan Christina bahwa membutuhkan security. "Itu anak buah saya. Saya ke sini karena anak buah saya juga diamankan polisi. Namun, koordinasi sementara dia hanya berstatus saksi. Dan, akan dipulangkan," papar pria ini.
Lanjutnya, PT Patriot tersebut ditelepon oleh orang yang bernama Christina untuk menjaga rumahnya. Setelah mendapatkan telepon itu, dua anggotanya diberi orientasi yakni Dewa (masuk pagi) dan Yosep (masuk malam). Waktu didatangi untuk orientasi di TKP mengecak halaman luar dan halaman dalam, Christina meminta untuk jaga saja di luar.
"Pada tanggal 4 (Juni) lalu, mereka mulai kerja. Benar, mereka mengeluh tidak ada toilet. Jadi, kami telepon ke Christina dan diizinkan masuk. Terkait apa anak buah saya yang membocorkan hal tersebut sampai terungkap, saya sendiri tidak tahu. Bahkan, dari PT Patriot pun tidak mengetahui permasalahan yang sedang ada di rumah tersebut," terangnya yang singkat.
Sementara itu, Kapolsek Denpasar Timur Kompol Redastra yang dikonfirmasi terkait kronologi pengungkapan, ia hanya menjelaskan bahwa, Polda Bali dan polresta yang mengetahui persis. "Sabar, ya. Nanti kami akan kabari jika semua ini sudah jelas," singkatnya. (dre/yes)
DENPASAR - Jasad ANG, 8, siswa SDN 12 Sanur yang hilang sejak 16 Mei lalu, ditemukan di liang kubur dekat kandang ayam, belakang rumahnya,
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Innalillahi, Satu Orang Tewas di Dalam Mobil Avanza yang Tertimbun Tanah Longsor
- Peraih Rekor MURI Keliling Eropa Bahas Masalah Kesehatan Mental
- Pemda Belum Mengajukan Usulan Penetapan NIP CPNS & PPPK 2024, BKN Akan Lakukan Ini
- Anak yang Hilang di Pantai Sayang Heulang Garut Akhirnya Ditemukan, Begini Kondisinya
- Berita Terbaru dari Polda NTT Perihal Kasus Eks Kapolres Ngada AKBP Fajar Lukman
- Ray Rangkuti Nilai Hasan Nasbi Layak Dicopot dari Jabatan PCO