Perseteruan Berlanjut, Pemerintah Australia Tarik Semua Iklannya dari Facebook

Pemerintah federal menarik semua kampanye iklannya dari Facebook, karena platform media sosial ini terus memblokir warga Australia untuk mengakses berita.
- Pemerintah akan menghentikan semua iklan di Facebook saat platform tersebut memblokir berita untuk warga Australia
- Langkah tersebut dapat merugikan pendapatan Facebook lebih dari Rp100 miliar selama setahun
- Google dilaporkan telah menghabiskan lebih dari Rp600 miliar dalam kesepakatan dengan penerbit berita, jenis kesepakatan yang ingin dihindari Facebook
Pada hari Minggu, Menteri Kesehatan Greg Hunt mengatakan departemennya tidak akan menggunakan Facebook untuk kampanye dalam bentuk iklan.
Menteri Keuangan Simon Birmingham, yang mengawasi pengeluaran publik, mengatakan pada hari Senin bahwa larangan tersebut akan diperpanjang di seluruh lini pemerintahan.
"Harapan saya adalah kami akan mundur dari periklanan [di Facebook] saat mereka melakukan aktivitas mengerikan seperti memblokir situs secara tidak tepat, dan berusaha untuk menggunakan kekuasaan atau pengaruhnya pada sistem demokrasi kami," katanya kepada Radio National ABC.
"Kami tidak akan mentoleransi itu, kami akan berdiri teguh pada undang-undang dan melihat semua poin-poin mengenai iklan itu."
Pemerintah menghabiskan A$42 juta (atau sekitar Rp420 miliar) untuk iklan digital selama tahun 2019 sampai 2020. Komisi Persaingan Usaha dan Pelanggan Australia (ACCC) telah melaporkan sekitar seperempat dari semua pengeluaran iklan online di Australia masuk ke Facebook, yang mengindikasikan bahwa langkah Pemerintah Australia menarik semua iklannya diperkirakan akan merugikan Facebook jutaan dolar.
Hunt mengatakan semua dana yang dianggarkan untuk iklan Facebook akan digunakan dengan berbagai cara.
Pemerintah federal menarik semua kampanye iklannya dari Facebook, karena platform media sosial ini terus memblokir warga Australia untuk mengakses berita
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana