Persiapan Para Peserta Lombok Audax di Berbagai Daerah (3-Habis)
Peserta Italia Bawa Support Car dan Kru Sendiri
Kamis, 24 Januari 2013 – 00:02 WIB

BERGENGSI: Presiden Audax Indonesia, Axel Moeller mengenakan jersey yang akan dipakai seluruh peserta Lombok Audax. Peserta yang sampai finish mendapatkan jersey khusus dan medali. Foto: Wathoni/Lombok Post/JPNN
Tapi, kadang peserta masih menginginkan support ekstra, yang fokus untuk dirinya atau tim atau kelompok sendiri. Ketika menjalani Lombok Audax pada Sabtu, 26 Januari nanti, mereka punya kendaraan dan kru sendiri untuk mempermudah perjalanan.
Misalnya, yang akan dilakukan Octo Noya, pengusaha minyak yang kini berdomisili di Jakarta. Dia sudah jatuh cinta pada Pulau Lombok sejak masih berkuliah di Surabaya pada 1970-an. Begitu tahu ada ajang Lombok Audax, dia tak mau melewatkannya.
Dia langsung mengontak salah seorang travel langganannya di Kota Mataram. Dia mengorder satu mobil khusus yang akan mengawalnya menelusuri pantai dan pegunungan Pulau Lombok. "Saya tidak mau merepotkan panitia. Mereka memang sudah menyediakan support car. Tapi, saya juga pengin ada yang khusus mengawal saya," ujar lelaki yang akrab dipanggil Noya itu.
Panitia memang mengizinkan jika ada peserta yang ingin membawa perangkat pendukung sendiri. Di antaranya, private support car. Mereka bisa masuk ke dalam rombongan bila mendaftarkan mobil tersebut. Di jalan nanti, urut-urutannya adalah polisi, road captain (pemimpin rombongan), rombongan cyclist, mobil servis, ambulans, private support car, dan sweeper.
Lombok Audax 26 Januari nanti tidak hanya diikuti cyclist Indonesia. Tidak sedikit peserta dari mancanegara. Selain itu, beberapa peserta bahkan
BERITA TERKAIT
- Musala Al-Kautsar di Tepi Musi, Destinasi Wisata Religi Warisan Keturunan Wali
- Saat Hati Bhayangkara Sentuh Kalbu Yatim Piatu di Indragiri Hulu
- Kontroversi Rencana Penamaan Jalan Pramoedya Ananta Toer, Apresiasi Terhalang Stigma Kiri
- Kisah Jenderal Gondrong ke Iran demi Berantas Narkoba, Dijaga Ketat di Depan Kamar Hotel
- Petani Muda Al Fansuri Menuangkan Keresahan Melalui Buku Berjudul Agrikultur Progresif
- Setahun Badan Karantina Indonesia, Bayi yang Bertekad Meraksasa demi Menjaga Pertahanan Negara