Persis Laporkan Wasit Kontra Sragen United ke PSSI

Namun, tidak ada keputusan apa pun dari wasit terkait hal tersebut. "Wasit menganggap tidak ada pelanggaran apa pun," kata Bimo.
Memang, lanjut Bimo, ada dugaan wasit tidak melihat.
Akan tetapi, asisten wasit Kelik dianggap menyaksikan kejadian itu dengan jelas tetapi tidak mengangkat bendera tanda pelanggaran dan tak memberikan informasi apa pun pada wasit.
Selain itu, wasit juga dianggap kelewatan karena memberikan hukuman kartu merah pada pemain Persis Andriantono Ariza yang dengan alasan melakukan protes berlebihan.
"Andriantono itu pemain cadangan. Kami yakin dia dikartu merah setelah ada bisikan dari pemain lawan," tutur Bimo.
Pihak Persis pun mengkritik panita penyelenggara pertandingan karena tidak menyediakan fasilitas medis yang memadai.
Saat Dedi pingsan, pihak panpel tidak menyediakan ambulans dan oksigen.
"Untungnya stadion dekat dengan rumah sakit, kalau tidak bisa fatal," ujar Bimo.
Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) mengapresiasi pengaduan Persis Solo terkait kinerja wasit yang memimpin laga tim pujaan Pasoepati itu
- PSSI Identifikasi Pria yang Merebut Jersei Marselino dari Anak Kecil, Hukuman Berat Menanti
- PSSI Berikan Sanksi Keras Terhadap Oknum Suporter Timnas Indonesia yang Merokok di SUGBK
- Erick Thohir Bersama Legenda Belanda Mulai Membicarakan Program Pembinaan Pemain
- Target Realistis PSSI saat Timnas Indonesia Bertamu ke Australia
- Pesan Erick Thohir untuk Garuda Muda di Piala Asia U-17: Tunjukkan Permainan Terbaik
- PSSI Umumkan Komposisi Pelatih Timnas Indonesia, Kental Aroma Belanda