Pertama Coblos
Oleh: Dahlan Iskan
.jpeg)
Dalam menghadapi marahnya Pak Said tadi saya juga diam. Tidak berusaha menjelaskan mengapa koran perlu bersikap independen. Saat itu pun independen dianggap anti-Golkar.
Saya terus saja mendengarkan kemarahan beliau. Pak Said tahu bahwa saya mendengarkan sungguh-sungguh.
Saya sudah bertekad: berapa jam pun dimarahi akan tetap diam-pasrah seperti itu.
Terakhir Pak Said sampai pada puncaknya: mengancam akan menutup Jawa Pos. Dia bisa melakukan itu.
Saya tidak menunjukkan ekspresi kaget atau menantang. Beliau terus berkata-kata mengenai kekuasaan yang beliau miliki.
Saya tetap diam. Maka beliau tegaskan: Jawa Pos akan ditutup.
Setelah kata itu diucapkan, saya baru minta izin bicara. Pakai bahasa Jawa halus.
"Kalau Jawa Pos memang akan ditutup, saya pasrah. Setelah itu saya nganggur. Saya akan ikut kerja di Pak Said," kata saya lirih, sambil menunduk.