Pertamina Ingin Harga Solar dan Premium Naik Juli

Namun, Komaidi menggarisbawahi, langkah kenaikan merupakan kebijakan yang dilematis.
Sebab, jika ada potensi penurunan harga minyak, tapi harga premium atau solar telanjur naik, hal itu pasti menjadi tanda tanya besar bagi publik.
”Tapi, sebetulnya pemerintah juga tidak konsisten. Kalau memang tidak disubsidi ya diserahkan pada mekanisme harga pasar,” terangnya.
Periode penyesuaian yang diharapkan terjadi pada Juli mendatang juga dinilai sebagai momen yang lumrah.
Sebab, berdasar beleid yang berlaku, penyesuaian harga dilakukan tiga bulan sekali.
”Tapi, review-nya apakah naik, turun, atau tetap, belum bisa diprediksi juga kan,” jelasnya.
Direktur Keuangan Pertamina Arief Budiman menuturkan, dari formula yang ditetapkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), selisih harga jual saat ini lebih rendah daripada keekonomian.
”Melihat selisihnya, premium Rp 450 sampai Rp 500 di bawah formula dan solar Rp 1.150 per liter di bawah formula,” katanya.
Harga bahan bakar minyak (BBM) jenis solar dan premium berpeluang naik lagi.
- Pertamina UMK Academy Berhasil Bawa Ribuan Produk UMKM Go Global
- Para Peserta UMK Ungkap Segudang Manfaat Ikut Program Pertamina, Produknya Bisa Go Global
- Selamat Lebaran 2025, Pertamina Tetap Beroperasional 24 Jam
- Kado Lebaran dari Pertamina: Harga BBM Non-Subsidi Turun Mulai Hari Ini 29 Maret 2025
- Kado Idulfitri Pertamina Turunkan Harga BBM Jenis Ini
- Waka MPR Eddy Soeparno Tekankan Transisi Harus Menguatkan Ketahanan Energi Nasional