Pertamina Terus Tingkatkan Efisiensi di Kilang Pengolahan
Senin, 02 Maret 2009 – 13:52 WIB

Pertamina Terus Tingkatkan Efisiensi di Kilang Pengolahan
JAKARTA - Seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang meningkatkan daya beli penduduk Indonesia terhadap kendaraan roda dua dan roda empat, permintaan akan produk-produk yang menggunakan bahan bakar minyak (BBM) juga meningkat. Untuk menjawab hal itu sekaligus demi menopang pertumbuhan ekonomi nasional, Pertamina pun bekerja keras meningkatkan efisiensi di kilang pengolahan. "Sebagai contoh, peningkatan keandalan kilang itu dari rata-rata 91,5 persen di tahun 2006, menjadi rata-rata 95,4 persen pada tahun 2008," ungkap Karen, di sela-sela acara World Islamic Economic Forum (WIEF) ke-5 tahun 2009.
Hal tersebut setidaknya sebagaimana yang disampaikan oleh Dirut Pertamina, Karen Agustiawan, kepada JPNN di Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Senin (2/3). Dikatakannya, tidak saja efisiensi di kilang pengolahan, Pertamina juga melakukan efisiensi di pelabuhan serta meningkatkan keandalan jaringan transportasi laut.
Seperti dijelaskan Karen lagi, biaya pengolahan sebenarnya dapat dihemat dengan cara-cara baru yang membuat proses pengolahan menjadi lebih produktif. Antara lain yakni dengan program peningkatan kinerja operasional kilang (Refinery Operational Performance Improvement) - yang dibukukan dalam penghematan tahunan sebesar Rp 656 miliar - dengan mengupayakan perbaikan di sistem pemeliharaan alat, hingga keandalan performa kilang pengolahan menjadi lebih tinggi.
Baca Juga:
JAKARTA - Seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang meningkatkan daya beli penduduk Indonesia terhadap kendaraan roda dua dan roda empat, permintaan
BERITA TERKAIT
- Telkom Lewat IndiBiz Buka Posko Mudik BUMN 2025 di Pelabuhan Ketapang dan Bakauheni
- Trump Terapkan Bea Masuk Tinggi ke Produk RI, Misbakhun Punya Saran untuk Pemerintah & BI
- Ekonom Ungkap Komoditas yang Bakal Terdampak Kebijakan Tarif Trump
- Harga Pangan Sejumlah Komoditas Stagnan Tinggi
- H+3 Arus Balik Lebaran, KAI Daop 4 Semarang Catat ada 94 Ribu Penumpang
- Analis Sebut Kans Ekonomi Indonesia Alami Perkembangan Progresif