Pertanian Organik Hanya Tren atau Justru Masa Depan Pertanian?

Tetapi menurut Katie, biaya untuk mendapatkan sertifikasi ini bisa turun, justru jika lebih banyak petani yang ingin bergabung.
"Pertanian organik masih menjadi industri yang relatif muda di Australia, jadi masalahnya akan terselesaikan sendiri jika lebih banyak petani yang berpindah menjadi pelaku pertanian organik," kata Katie.
"Biaya awal kita lebih rendah, memang ada biaya sertifikasi, tetapi lebih rendah dari yang dibayangkan orang-orang," jelas Katie. Menurutnya juga sudah ada beberapa lembaga sertifikasi yang menawarkan biaya lebih murah agar bisa sesuai kebutuhan para petani berskala kecil.
Sementara itu Dr Musgrave menjelaskan masalah lain yang kerap disalahpahami, yakni penggunaan bahan kimia.
"Saat disebut tidak mengandung bahan kimia, peternak organik justru sebenarnya menggunakan bahan kimia, tetapi bukan bahan kimia sintetis," jelasnya.
Dalam perdebatan soal pertanian organik pun dibahas bagaimana industri ini telah mengalami demand atau permintaan yang terus meningkat. Di sisi lain, tidak banyak pemasok yang dapat memenuhi permintaan ini.
"Saya rasa petani harus mendengar apa yang diinginkan konsumen, dan konsumen harus lantang mengatakan kalau mereka ingin produk organik," tegas Katie.
Dr Musgrave pun mengaku melihat masa depan yang cemerlang dari pertanian organik, karena semakin banyak penggemar produk-produk yang berlabelkan "Organik".
Salah satu debat hangat pada acara Konvensi Nasional Hortikultur Australia adalah apakah pertanian organik hanyalah tren sesaat, atau justru menjadi
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi