Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Target Berat, tetapi Tidak Mustahil

jpnn.com, JAKARTA - Pemerintah Republik Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 8% pada tahun 2028-2029. Angka ini menjadi target bagi pemerintah untuk menyongsong visi Indonesia Emas 2045.
Guru Besar Universitas Trisakti Prof. Dr. Willy Arafah mengapresiasi target pencapaian tersebut.
Sebab baginya, pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan merupakan salah satu tujuan utama bagi negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.
Dia pun mengaku optimis Indonesia mampu mencapai target tersebut, meskipun kondisi pertumbuhan ekonomi dalam 5 tahun terakhir masih berada di kisaran 5%.
"Sebagai negara dengan populasi terbesar keempat di dunia dan sumber daya alam yang melimpah, Indonesia memiliki potensi besar untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi," kata Willy.
Dengan target pertumbuhan ekonomi sebesar 8%, Indonesia tentu menghadapi berbagai peluang dan tantangan yang perlu dianalisis secara sistematis. Sehingga untuk mencapai target tersebut, diperlukan strategi yang komprehensif dan terintegrasi.
Secara keseluruhan, Indonesia menghadapi tantangan dalam hal inflasi dan kebijakan moneter. Namun di sisi lain, Indonesia memiliki sejumlah peluang yang dapat dimanfaatkan untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi yang diinginkan.
Indonesia, kata Willy, memiliki potensi pertumbuhan ekonomi yang kuat berkat meningkatnya investasi asing, inovasi teknologi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pasar domestik yang besar, dan pembangunan infrastruktur yang mendukung.
Secara keseluruhan, Indonesia menghadapi tantangan dalam hal inflasi dan kebijakan moneter. Namun, Indonesia memiliki sejumlah peluang yang dapat dimanfaatkan
- Analis Sebut Kans Ekonomi Indonesia Alami Perkembangan Progresif
- Waspada! Prediksi Kebijakan Donald Trump Bisa Picu Resesi di Indonesia
- Momen Lebaran, Gubernur Harum Beri 3 THR Spesial Untuk Rakyat Kaltim
- Kaya Susah
- Menteri ESDM: Mudik 2025 Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah
- Media Asing Sorot Danantara, Dinilai Serius soal Profesionalitas