Perusahaan Daging Terbesar Australia Dilaporkan Gagal Melindungi Karyawannya Dari Peristiwa Membahayakan

Kegagalan JBS untuk melindungi karyawannya sendiri mulai terjadi di tahun 2009, ketika seorang anak berusia 18 tahun meninggal di salah satu fasilitas perusahaan di Queensland.
Christopher Fenton yang baru enam minggu menjalankan pekerjaan barunya terbunuh saat mengemudikan mesin pengangkut barang atau "forklift" tanpa izin mengemudi dan pengawasan larut malam.
Sebuah laporan dari Queensland Ombudsman menemukan bahwa remaja tersebut berulang kali diizinkan menggunakan "forklift" di JBS tanpa intervensi atau tindakan disiplin selama masa percobaannya.
Tindakan hukum terhadap perusahaan direkomendasikan tetapi tidak pernah dilakukan.
Sebaliknya, kematiannya mendorong Badan Kesehatan dan Keselamatan Kerja Queensland untuk mengeluarkan pemberitahuan di seluruh negara bagian tentang pengoperasian "forklift" yang aman.
Di New South Wales, JBS menghadapi tuntutan setelah seorang karyawan perempuan patah tulang belakang dan luka dalam karena tertimpa dua bal jerami seberat 600 kilogram pada Februari 2020.
Kecelakaan mengerikan terjadi di tempat yang sama di mana Warwick Ranclaud bekerja.
Heather Ranclaud mengatakan kematian putranya adalah "tragedi mutlak bagi kami yang akan membekas di ingatan selama sisa hidup kita".
Perusahaan daging terbesar di Australia memiliki rekam jejak yang mengerikan dalam hal keselamatan, berulang kali gagal melindungi pekerjanya dari kematian atau cedera serius
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi