Perusahaan Sawit Diminta Didik Warga Lokal
Kamis, 19 Mei 2011 – 12:51 WIB

Perusahaan Sawit Diminta Didik Warga Lokal
Sementara itu, Bagian Humas PT Pilar, Imanuel Tibian, menjelaskan, potensi masyarakat sekitar perkebunan sangat besar. Tinggal bagaimana cara mengkoordinasikannya. Dijelaskannya, sejak tahun 2007 lalub perusahaan ini telah merekrut sebanyak lima pemuda lulusan SMA dari desa-desa sekitar kebun untuk di sekolahkan ke jenjang Diploma III (D-3).
Baca Juga:
“Kelima pemuda tersebut disekolahkan di kampus politeknik Citra Widya Edukasi, Bekasi selama tiga tahun. Biaya selama menempuh pendidikan ditanggung perusahaan, termasuk uang saku. Dan setelah tamat tahun 2010 silam, langsung magang dan per 1 Mei lalu sudah jadi karyawan tetap,” jelasnya di hadapan Bupati Lamandau.
Diungkapkannya, kelima pemuda setelah selesai magang langsung diangkat menjadi asisten dengan gaji Rp 2,5 juta dan tunjangan lokasi Rp 2,1 juta per bulan. Sehingga total penghasilan Rp 4,6 juta per bulan per orang.
Selain itu, urainya, rekrutmen juga dilakukan tahun 2010 lalu, dimana sebanyak lima orang pemuda disekolahkan menempuh pendidikan jenjang S-1 di Sekolah Tinggi Perkebunan (Stiper) Yogyakarta. Rinciannya, dari Tapin Bini, Sekoban dan Tamiang masing-masing satu orang, serta dari Bakonsu dua orang.
NANGA BULIK – Bupati Lamandau Marukan, meminta kepada perusahaan perkebunan kelapa sawit yang operasional di Bumi Bahaum Bakuba (sebutan Kabupaten
BERITA TERKAIT
- Potongan 20%, Tol Semarang-Jakarta Butuh Saldo Minimal Rp 360 Ribu
- Bang Jago Bergolok yang Memaksa Minta THR Akhirnya Ditangkap
- Arus Balik di Jalur Riau-Sumbar Mengalami Peningkatan, Ini Lokasi Rawan Macet
- Wisatawan Asal Jakarta Digulung Ombak Pantai Parangtritis
- Cek Pelabuhan TAA, Kapolres Banyuasin Sampaikan Pesan Penting Ini
- Antisipasi Macet, Tol Jagorawi Arah Puncak Bogor Diberlakukan Contraflow