Pesan Rusman Latief Saat Acara Bincang Santai Teras LPPM ATVI

Jangan Takut Menulis
Rusman mengatakan menulis buku ajar atau referensi, tidak cukup dengan modal sumber dari buku.
Sebab, dalam satu buku, pasti ada kekurangnnya. Isinya juga kadang sudah tidak relevan dengan kondisi kekinian. Sementara kita menulis buku ingin menyampaikan sesuatu yang baru yang mungkin belum ditemukan dalam buku yang sudah terbit.
Oleh karena itu, kita perlu melakukan observasi dan penelitian langsung ke lapangan. Misalnya melakukan wawancara (bertanya) kepada para ahli atau praktisi.
Tujuannya untuk mendapatkan hal-hal baru dari bidang yang akan kita tulis. Selain itu, selalu update perkembangan bidang ilmu yang kita tulis. Melalui media, khususnya media online.
Dengan demikian, kata dia, buku yang kita tulis akan berbeda dengan buku-buku yang sudah terbit.
Rusman Latief, menyarankan kepada calon penulis, khususnya para dosen yakni menulis buku jangan takut kepakaran seseorang yang sudah menulis buku. Buku yang ditulis seorang guru besar atau seorang doktor.
“Yakinlah apa yang anda akan tulis memiliki nilai yang sama yang ditulis oleh guru besar atau para doctor. Percayalah guru besar dan para doktor, manusia sama dengan anda. Memiliki keterbatas pemikiran. Tidak mengetahui secara sesusi. Mungkin yang lupa dari perhatian mereka itulah yang anda tulis untuk melengkapinya,” katanya.
Rusman Latief mengatakan setiap orang bisa menulis, apalagi seorang dosen. Dosen dapat menuliskan setiap materi pelajaran yang disampaikan di ruang kelas.
- LLDIKTI IV Percepat Kenaikan Puluhan Jabatan Dosen Universitas Kristen Maranatha
- Detektif Jubun Ungkap Perjalanan 17 Tahun Kariernya Lewat Buku
- Bisnis Ilmu
- Audiensi dengan Penulis Perempuan, Ibas Sampaikan Menulis Bisa Membentuk Peradaban
- Ibas Sebut Penguatan Riset dan Pendidikan di Indonesia Harus Diperkuat
- Waka MPR Ibas Berharap Tukin Segera Dicairkan Demi Kesejahteraan Dosen di Indonesia