Peserta Famtrip dari Eropa Kagumi Keindahan Bali dan Gili Trawangan

Pantai indah berpasir putih nan indah ini terletak di sebuah desa yang bernama Desa Kuta.
Selain memiliki keindahan alam yang sangat memesona, Di desa ini juga dalam setahun sekali diadakan Festival Bau Nyale.
Desa Sade tidak luput dari kunjungan rombongan Famtrip. Kebudayaan suku Sasak menarik para peserta.
Suku Sasak yang mendiami daerah Lombok, menggunakan bahasa Sasak itu sendiri.
Suku ini sangat mempertahankan keaslian suku dan adat istiadatnya ini memiliki keunikan tersendiri.
Di sana para peserta juga melihat kerajinan tenun dan membeli tenun sebagai buah tangan untuk di bawa, sebelum pulang ke negara masing-masing.
Tanggapan Menteri Pariwisata Arief Yahya? Sangat positif. Bali dan Lombok, menurut dia, sudah sering menjadi langganan juara dunia dalam kontes apa pun.
“Potensi wisata kita memang world class semua. Bali dan Lombok sudah sering menjadi langganan juara dunia. Fam trip ini akan memperkaya pemahaman TA/TO Eropa tentang potensi wisata di Bali dan Lombok,” ucapnya. (jpnn)
Jurus familiarization trip (Famtrip) kembali dikeluarkan Kementerian Pariwisata (Kemenpar).
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Menpar Widiyanti Sebut Peringatan Nuzulul Qur'an Momen Memperkuat Nilai-nilai Kebajikan
- Wamenpar Ni Luh Puspa Petakan Potensi Wisata di Bali Timur, Ini Tujuannya
- Backstagers Indonesia Serahkan Manifesto Peta Jalan Industri Event ke Kemenpar
- Menpar Widiyanti Sampaikan 3 Poin Utama yang Perlu Diperbaiki di RUU Kepariwisataan
- Wamenpar Ajak Wisatawan Nikmati Wisata Alam di DeLoano Glamping Magelang
- Endry Lee, Sosok di Balik Kesuksesan MensaPro Indonesia