Petani di Jawa Barat Kompak Tolak Impor Beras dan Jagung

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Barat Dedy Mizwar mengungkapkan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sangat perhatian kepada sektor pertanian di Jawa Barat.
Terbukti, Kementerian Pertanian telah memberikan bantuan atau fasilitas secara gratis kepada petani, yakni benih, alat mesin pertanian dan pendampingan.
“Jadi keterlaluan kalau petani tidak sejahtera. Dan kami tolak impor karena menyengsarakan petani,” ungkapnya.
Ke depan, untuk meningkatkan produksi dan mendukung stok beras nasional, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan fokus mengelola potensi lahan pertanian di bagian selatan. Kebutuhan beras di Jabar mencapai 4,6 juta ton per tahun.
“Sementara produksinya mencapai 8 juta ton per tahun, sehingga surplus 3,4 juta ton,” sebut Dedy Mizwar.
Senada dengan Wagub Jabar, Bupati Garut, Rudy Gunawan menegaskan untuk terdepan mewujudkan kedaulatan pangan. Untuk itu menolak impor beras dan jagung demi melindungi dan mensejahterakan petani.
“Siapa pun menteri yang mengatakan impor itu adalah menteri yang tidak pro kepada petani,” tegasnya.
“Kabupaten Garut tidak hanya unggul beras, tetapi 51 persen produksi jagung. Jadi sekali lagi kita tolak impor beras dan jagung,” sambung Rudy.
Panen raya kali ini dilakukan di Desa Mancagahar, Pameumpeuk, Garut, Selasa (6/2). Adapun luas panennya 800 ha dari hamparan seluas 2.400 ha.
- Hari Kedua Lebaran, Mentan Tancap Gas Turun Lapangan Sidak 4 Gudang Bulog di Sulsel
- Serapan BULOG Melonjak 2.000 Persen, Hendri Satrio: Dampak Tangan Dingin Mentan Amran
- Raker dengan Pejabat di Kementan, Legislator NasDem Sorot Program Cetak Sawah
- Kementan Gelar Pelepasan Ekspor Gula Semut dari Kulon Progo
- KPK Amankan Dokumen dan Barang Bukti Elektronik di Kantor Hukum Visi Law Office
- KPK Periksa Rasamala Aritonang terkait Kasus TPPU di Kasus Kementan