Petani Keluhkan Harga Gabah di Bawah HPP

jpnn.com - jpnn.com - Kondisi tersulit kini dirasakan petani. Saat harga gabah turun, hasil panen juga anjlok karena curah hujan yang sedang meninggi.
Hal itu dirasakan petani di wilayah Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Salah seorang petani di Dukuh Kenatan, Desa Bumiaji, Kecamatan Gondang, Sugimin, 49, mengatakan, musim panen bulan ini dilakukan lebih awal.
Alasannya, kondisi cuaca yang tidak bersahabat sehingga diputuskan panen tidak sesuai jadwal. “Petani khawatir padi bakalan ambruk diterjang angin maupun terendam air yang justru bisa lebih merugikan,” kata Sugimin kepada Radar Solo (Jawa Pos Group), Kamis (9/2).
Sugimin menjelaskan, dengan panen lebih awal, risikonya hasil yang diperoleh tidak maksimal. Kata dia, dengan kondisi panen normal satu patok dengan luas 3.500 meter persegi bisa mencapai 5 ton. Tetapi keadaan cuaca buruk yang terus berlangsug, dengan jarang panas dan curah hujan tinggi membuat hasilnya menyusut drastis tinggal 2-3 ton.
”Kalau saja kondisi cuaca normal hasil panen satu patok bisa mengantongi hasil Rp 11 juta. Tapi saat ini bisa mencapai Rp 5 juta sudah bagus,” bebernya.
Belum lagi harga gabah yang juga turun. Saat ini, hanya dihargai Rp 3.200 per kilogram. Di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp 3.700 per kilogram. (din)
Kondisi tersulit kini dirasakan petani. Saat harga gabah turun, hasil panen juga anjlok karena curah hujan yang sedang meninggi.
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Kementan Cetak Petani Muda, Indonesia Jadi Role Model Global
- Mentan Amran dan Wamentan Sudaryono Jadi Ujung Tombak Mencapai Swasembada Pangan
- Kementan Gelar Forum Komunikasi Publik Standar Pelayanan RIPH
- Kementan Gelar Forum Komunikasi Publik Penerbitan Standar Pelayanan Produk PSAT
- Mentan: Pengamat Rugikan Negara Rp5 Miliar Bukan Sosok Asing, Guru Besar
- Bulog Mojokerto Catat Prestasi Gemilang dalam Serapan Gabah dan Beras