Petani Milenial Madura Ini Sukses Hasilkan Produk Bernilai Ekspor

Buah tersebut diolah menjadi produk pascapanen bernilai ekonomis tinggi. Produk olahan dipasarkan dengan brand “Napote Fruit”berupa dodol, sirup, selai dan jus melon merupakan bahan pangan lokal berkualitas ekspor.
Mahfudz mengatakan bahwa dari hasil berjualan produk olahan tersebut, ia saat ini mendapatkan tambahan penghasilan sebesar 2-3 juta rupiah/sekali produksi.
Dalam sebulan, biasanya ia mampu berproduksi sebanyak 4 kali bahkan lebih. Hal ini tergantung dari stok bahan mentah dan orderan konsumen yang diperoleh melalui pemasaran media online.
“Sebagai Ketua Kelompok Gemah Ripah Arrahmah, saya berharap kedepannya dapat berproduksi setiap hari dan secara kontinu," ujar Mahfudz.
Ia juga bekerjasama dengan Kelompok Wanita Tani (KWT) saat ini sebanyak 7 orang dari ibu-ibu KWT dijadikan sebagai karyawan tetap. Rata-rata mereka berpenghasilan Rp.100.000/hari.
Kesuksesan di dalam berbudidaya melon dari on farm bahkan sampai ke off farm bukanlah hasil kerja keras sendiri.Tentu ada pihak-pihak yang membantu dan men-support.
Mereka adalah para widyaiswara dari BBPP Ketindan, Penyuluh Kecamatan Sokobanah, Dinas Pertanian Kabupaten Sampang dan Pemerintah Kabupaten Sampang.
Dedi Nursyamsi, Kepala Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) mengatakan, inilah waktu yang tepat bagi petani untuk menjadi pahlawan bangsa.
Mahfudz, petani milenial asal Sampang, Madura, ini membaca peluang pasar budidaya tanaman melon.
- Hari Kedua Lebaran, Mentan Tancap Gas Turun Lapangan Sidak 4 Gudang Bulog di Sulsel
- Serapan BULOG Melonjak 2.000 Persen, Hendri Satrio: Dampak Tangan Dingin Mentan Amran
- Raker dengan Pejabat di Kementan, Legislator NasDem Sorot Program Cetak Sawah
- Kementan Gelar Pelepasan Ekspor Gula Semut dari Kulon Progo
- KPK Amankan Dokumen dan Barang Bukti Elektronik di Kantor Hukum Visi Law Office
- KPK Periksa Rasamala Aritonang terkait Kasus TPPU di Kasus Kementan