Petani Minta Kementan Kendalikan Impor dan Menjamin Harga Kedelai Lokal

Bagi dia, kepastian pasar dan harga sangat penting.
Dia menekankan keterbatasan benih kedelai dengan masa dormansi yang sangat pendek, yakni satu bulan, menjadi hal yang perlu diperhatikan bersama.
Untuk budi daya kedelai, pihaknya mengembangkan tanam kedelai sistem methuk di Blora, khususnya kedelai hitam.
“Jadi, Oktober tanam jagung, lalu 1 bulan mau panen bawahnya disemprot herbisida untuk ditanam kedelai. Saat panen jagung, maka kedelai mulai tumbuh,” jelas Sudarwanto.
Terkait kenaikan harga kedelai ini, Widodo penangkar kedelai dari LMDH Blora, menyatakan saat ini masyarakat di LMDH sudah gemar tanam kedelai karena harga yang sedang bagus.
“Kendala saat ini musim hujan, panen kurang optimal. Selain itu, alsintan baru punya 1 threser. Namun, petani di sini sedang semangat tanam kedelai,” ujarnya. (mrk/jpnn)
Petani kedelai meminta Kementan untuk mengendalikan impor dan memberikan jaminan harga kedelai lokal untuk keberlanjutan produksi
Redaktur & Reporter : Tarmizi Hamdi
- Hari Kedua Lebaran, Mentan Tancap Gas Turun Lapangan Sidak 4 Gudang Bulog di Sulsel
- Serapan BULOG Melonjak 2.000 Persen, Hendri Satrio: Dampak Tangan Dingin Mentan Amran
- Raker dengan Pejabat di Kementan, Legislator NasDem Sorot Program Cetak Sawah
- Kementan Gelar Pelepasan Ekspor Gula Semut dari Kulon Progo
- KPK Amankan Dokumen dan Barang Bukti Elektronik di Kantor Hukum Visi Law Office
- KPK Periksa Rasamala Aritonang terkait Kasus TPPU di Kasus Kementan