Petani Rambutan Di Australia Dongkrak Produksi Buah Pakai Lebah Tanpa Sengat

Peneliti Australia sedang memanfaatkan lebah tanpa sengat yang diselamatkan dari sebuah bangunan yang dirobohkan dalam proyek penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan produksi buah rambutan.
Buah tropis, yang rasanya mirip dengan leci ini, dipanen selama musim hujan di Australia utara dan permintaannya semakin kuat selama Natal dan Tahun Baru China.
Namun, pohon ini sering gagal mengubah bunga menjadi buah, salah satu faktor yang sering membuat frustrasi para petani.
Entomolog dari Departemen Riset Industri Primer wilayah utara Australia (NT), Mary Finlay-Doney mengatakan ini adalah alasan utama mengapa petani sangat tertarik untuk terlibat dalam penelitian ini.
"Kami sedang mencoba menyelidiki apakah menggunakan penyerbuk yang dikelola di kebun akan membantu mendapatkan buah rambutan yang lebih besar dan hasil yang lebih banyak," kata Dr Finlay-Doney.
Petani rambutan Kerry Eupene menyambut baik penelitian ini, dan mengatakan bahwa sedikit penelitian dapat bermanfaat besar untuk industri rambutan.
"Dalam satu tangkai bunga, hanya akan ada 1 persen yang akan menjadi buah dan dapat dipanen di musim yang baik, jadi jika kita bisa meningkatkannya dengan hanya 1 persen lagi, Anda dapat membayangkan efek apa yang akan terjadi pada hasil panen."

- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana