Petani Rasakan Manfaat Besar Infrastruktur Perairan Buatan Kementan

Parahnya lagi apabila selama tanam padi tidak terjadi hujan berakibat pada masa pengisian polong dapat tergganggu, sehingga produktivitas tidak akan mencapai optimum.
Biasanya petani rawa (lebak) hanya bisa bertanam satu kali saja setahun dan melakukan pembibitan tanaman padi lebih awal, saat air masih menggenangi lahan.
Kemudian dilakukan di perairan yang airnya mengalir dengan teknik mengapung (floating), ketika air mencapai kurang lebih 20 cm bibit padi siap untuk ditanam.
Embung diperlukan untuk pengairan sawah padi lahan rawa pada musim kemarau. Setidaknya ada 40 ha sawah yang sebagian lahan ditanami varietas lokal Siam Unus Lantik dan sebagian ditanami dengan varietas IPB 7R yang menggunakan air dari embung. (adv/jpnn)
Aneka infrastruktur air yang dibangun Kementerian Pertanian (Kementan) di berbagai daerah kini sudah dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat tani.
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Hari Kedua Lebaran, Mentan Tancap Gas Turun Lapangan Sidak 4 Gudang Bulog di Sulsel
- Serapan BULOG Melonjak 2.000 Persen, Hendri Satrio: Dampak Tangan Dingin Mentan Amran
- Raker dengan Pejabat di Kementan, Legislator NasDem Sorot Program Cetak Sawah
- Kementan Gelar Pelepasan Ekspor Gula Semut dari Kulon Progo
- KPK Amankan Dokumen dan Barang Bukti Elektronik di Kantor Hukum Visi Law Office
- KPK Periksa Rasamala Aritonang terkait Kasus TPPU di Kasus Kementan