Petani Sulit Dapat Pupuk, Harus Antre Tiga Hari

"Akan kami lakukan pengecekan lapangan," ucapnya.
Dinas pertanian, terang Ghofur, akan mengecek harga pupuk bersubsidi yang ecerannya dijual lebih tinggi daripada harga eceran tertinggi (HET).
Seharusnya, harga satu sak pupuk urea hanya Rp 90 ribu. Kemudian, satu sak phonska Rp 115 ribu dan SP36 Rp 100 ribu per sak.
"Kalau urea sampai Rp 110 ribu dan Rp 115 ribu itu terlalu mahal," ungkapnya.
Menurut Ghofur, tahun ini Kabupaten Nganjuk mendapat pasokan pupuk bersubsidi dalam jumlah yang cukup.
Perinciannya, jenis urea 36 ribu ton, phonska 32 ribu ton, dan pupuk SP36 sekitar 7 ribu ton.
Jumlah tersebut, kata Ghofur, sudah memperhitungkan rencana dasar kebutuhan kelompok (RDKK).
Dengan demikian, seharusnya stok pupuk di Nganjuk cukup dan tidak terjadi kelangkaan.
Petani harus membeli pupuk dengan sistem paket
- Stok Pupuk Subsidi Tersedia untuk Petani Bali, Nyoman Adi Apresiasi Gebrakan Mentan
- Dirut Pupuk Indonesia Pastikan Pupuk Bersubsidi Tersedia Sebelum Musim Tanam
- Kementan-Pupuk Indonesia Teken Kontrak Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Subsidi di 2025
- Pupuk Subsidi 2025 Dialokasikan Rp 46,8 T, Mentan Amran Pastikan Distribusi Tepat Sasaran
- Penyaluran Pupuk Subsidi Dipercepat
- Rembuk Tani jadi Cara Pupuk Indonesia Penuhi Kebutuhan Petani Sragen