Petani Zaman Now Harus Kreatif dan Melek Teknologi

Hal tersebut, lanjut dia, bisa mempermudah petani untuk menyalurkan hasil produksi mereka dan memotong mata rantai penjualan yang terlalu panjang.
“Kami menginginkan ada kerja nyata, bahwa petani ke depan bisa memberdayakan petani secara kontinu dan berkesinambungan,” tambah Jumantoro.
Jember dengan beragam potensi pertanian dan perkebunan menjadikan prospek bisnis hasil dan olahan produk pertanian terbuka sangat lebar.
HKTI Kabupaten Jember menangkap peluang tersebut dengan memberikan wadah kepada para petani agar dapat memasarkan langsung hasil olahannya kepada masyarakat luas.
Ketua Umum HKTI Jenderal TNI (Purn) Moeldoko mengatakan, inovasi-inovasi untuk mengembangkan teknologi pertanian akan menarik minat pemuda zaman now.
Langkah dan terobosan seperti itu, menurutnya, dapat menjadi salah satu solusi untuk mengadakan regenerasi petani.
Sebagai contoh, kata Moeldoko, HKTI telah mengembangkan pesawat drone untuk pertanian.
Drone ini, antara lain, berfungsi untuk pemupukan dan penyemprotan pestisida pembasmi hama tanaman.
Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Jember Jumantoro mengatakan, petani tidak hanya menjual bahan mentahnya
- Bulog Cetak Penyerapan Gabah Petani Capai 725.000 Ton, Rekor Tertinggi 10 Tahun Terakhir
- Meraup Untung dari Kemacetan Arus Mudik, Pedagang Kopi Keliling Berseliweran
- Serapan BULOG Melonjak 2.000 Persen, Hendri Satrio: Dampak Tangan Dingin Mentan Amran
- Santri Turun ke Desa, Kembangkan Pertanian dan Peternakan
- Hadapi Puncak Panen, Bulog Jatim Optimalisasi Sarana Pengeringan dan Pengolahan
- MPKI: Kepala Daerah Bertanggung Jawab Melindungi Ekosistem Pertembakauan Nasional