Peter Susanto, Si Jenius Asal Indonesia yang Mengukir Prestasi di Australia

"Saya ingat di usia 2 tahunan, dia sudah bisa menerjemahkan percakapan dari Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia untuk neneknya," jelas Lenny.
"Padahal ketika itu dia sama sekali tidak kami ajari Bahasa Inggris, karena di rumah kami menggunakan Bahasa Indonesia campur Jawa," tambahnya.
Hal lain yang berkesan bagi Lenny yaitu ketika masuk sekolah, Peter pernah menyelesaikan persoalan yang dihadapinya dengan seorang murid lain, yang melakukan bully terhadapnya.
"Dia kemudian berteman dengan murid yang membully tersebut, karena Peter mengaku beberapa kali dipukul anak tersebut. Dia memutuskan berteman dengannya, dan kemudian bullying itu berhenti. Saya terkesan dengan jalan pikirannya di usia yang masih begitu muda," tambah Lenny lagi.
Sampai di usia 12 tahun, Lenny melihat anaknya ini tidak sekadar mampu di bidang akademik, namun juga sudah berpikir jauh ke depan, misalnya melakukan kegiatan sosial.
"Setiap minggu, dia dan adiknya berjualan kue khas Indonesia yang dibuat neneknya di salah satu kawasan pinggir pantai di Darwin," kata Lenny.
"Hasil keuntungan penjualan kue tersebut digunakan membeli coklat dan buku-buku yang disumbangkan kepada anak-anak ketika kami pulang ke Indonesia," jelasnya.
Malah sekarang, menurut Lenny, Peter sudah memikirkan untuk membantu anak-anak aborijin di Darwin yang memiliki prestasi bagus di sekolah.
- Sulitnya Beli Rumah Bagi Anak Muda Jadi Salah Satu Topik di Pemilu Australia
- Rusia Menanggapi Klaim Upayanya Mengakses Pangkalan Militer di Indonesia
- Dunia Hari Ini: Siap Hadapi Perang, Warga Eropa Diminta Sisihkan Bekal untuk 72 Jam
- Rusia Mengincar Pangkalan Udara di Indonesia, Begini Reaksi Australia
- Dunia Hari Ini: Katy Perry Ikut Misi Luar Angkasa yang Semua Awaknya Perempuan
- Dunia Hari Ini: Demi Bunuh Trump, Remaja di Amerika Habisi Kedua Orang Tuanya