Peternak Sapi Perah Perlu Disubsidi
Kamis, 29 September 2011 – 17:31 WIB

Peternak Sapi Perah Perlu Disubsidi
JAKARTA - Anggota Komisi IV DPR yang membidangi pertanian dan peternakan, Viva Yoga Mauladi, mendesak pemerintah membat kebijakan yang berdampak penting bagi peningkatan produksi susu segar di Indonesia. Menurutnya, ada tiga hal penting yang dapat dilakukan pemerintah untuk memajukan sektor peternakan sapi perah. Ketiga, kata politisi dari Fraksi Partai Amanat Nasional (F-PAN) itu, di dalam APBN harus dicantumkan secara jelas anggaran subsidi untuk pakan ternak sapi. Alasannya, mahalnya harga pakan ternak sapi saat ini berkontribusi besar terhadap kualitas susu yang diproduksi.
Pertama, kata Viva, pemerintah semestinya ikut mengatur penetapan harga susu segar produksi petani ternak sapi yang selama ini hanya ditetapkan secara sepihak oleh industri pengolah susu. "Penetapan harga sepihak ini jelas tidak ada patokan standarnya dan untuk menekan harga, biasanya kalangan industri selalu menggunakan alasan bahwa kualitas susu yang dijual petani sangat rendah," ujar Viva saat berdiskusi dengan tema "Kondisi dan Kebijakan Dalam Industri Susu Hulu dan Hilir", di press room DPR, Senayan Jakarta, Kamis (29/9).
Kedua, sebagai strategi untuk mengurangi impor susu maka sebaiknya pemerintah lebih mengutamakan impor bibit sapi ketimbang membuka lebar kran impor susu dengan bea masuk nol persen. "Mestinya impor bibit sapi perah yang diprioritaskan dengan bea masuk nol persen. Faktanya, impor bibit sapi dikenakan bea masuk lima persen sementara impor susu nol persen," ungkap Viva.
Baca Juga:
JAKARTA - Anggota Komisi IV DPR yang membidangi pertanian dan peternakan, Viva Yoga Mauladi, mendesak pemerintah membat kebijakan yang berdampak
BERITA TERKAIT
- PNM Dorong Ekonomi dan Talenta Muda Lewat Promosi dan Beasiswa di Liga Nusantara
- Kilang Pertamina Internasional Kenalkan Teknologi Bioflok kepada Mitra Binaan
- Sritex Dinyatakan Pailit, Iwan Kurniawan Cuma Bilang Begini
- Eddy Soeparno: Akselerasi Transisi Energi Dukung Target Ekonomi 8 Persen Tercapai
- Pertamina Hulu Energi Pacu Produksi Migas, Inovasi Menjadi Kunci Wujudkan Asta Cita
- Indodax, BNI dan Bank INA Berkolaborasi Hadirkan Kartu Debit Khusus