Petinggi ACT Gunakan Uang Donatur, Kiai Maman Berkomentar Tegas

jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi VIII DPR RI Maman Imanul Haq mengatakan dalam beragama dan berbuat baik, masyarakat harus tetap rasional dan menggunakan akal sehat.
Hal ini menyusul dugaan petinggi lembaga Aksi Cepat Tanggap atau ACT yang menggunakan dana donatur untuk kepentingan pribadi bahkan hidup mewah.
"Jangan sampai dipergunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab yang justru jauh bertolak belakang dengan apa yang kita inginkan. kita inginkan kebaikan, mereka gunakan kebaikan kita untuk melakukan kezaliman," kata pria yang akrab disapa Kiai Maman melalui video keterangannya, Senin (4/7).
Dia juga menyebutkan dugaan penyalahgunaan uang donatur oleh petinggi ACT itu juga bisa jadi momentum untuk menyadarkan kembali seluruh lembaga kemanusiaan dan lembaga agama.
"Termasuk pengelola panti asuhan yang masih menggunakan kebaikan atau orang tertindas, korban bencana, anak yatim sebagai komoditas yang ingin memperkaya mereka," lanjutnya.
Dia menegaskan tidak boleh ada yang menggunakan kelompok duafa sebagai komoditas untuk mengumpulkan kekayaan pribadi.
"Hentikan isu kemanusiaan, isu agama, isu sodaqoh dan sebagainya tetapi hanya ingin memperkaya diri sendiri hanya ingin menikmati kemewahan di atas penderitaan orang lain," tegas Wakil Sekretaris Dewan Syura PKB itu.
Media sosial juga dihebohkan dengan kabar ACT perihal isu gaji petingginya hingga ratusan juta.
Anggota Komisi VIII DPR RI Maman Imanul Haq mengatakan dalam beragama dan berbuat baik, masyarakat harus tetap rasional dan menggunakan akal sehat
- Ini Respons Dasco atas Kebijakan Trump soal Tarif Impor
- 5 Berita Terpopuler: Dokter Terawan Buka-Bukaan, Gaji PPPK Sudah Disiapkan, Segera Cek Lokasi ATM Deh!
- Komisi VI DPR Sidak Jasa Marga, Pastikan Kesiapan Arus Mudik Lebaran 2025
- Pertamina Patra Niaga Salurkan Bantuan Logistik untuk Korban Bencana Tasikmalaya
- Sahroni Usul KPK Buat Aturan Penahanan Gaji-Promosi Jabatan Bagi Pejabat Tak Lapor LHKPN
- Misbakhun Buka-bukaan Data demi Yakinkan Pelaku Pasar di Bursa