Petugas Imigrasi Mogok, Operasional 8 Bandara Utama Australia Akan Terganggu

Para penumpang pesawat internasional dari dan ke Australia makin menghadapi penundaan jadwal karena serikat pekerja yang mewakili petugas Imigrasi dan Perbatasan merencanakan aksi 10 hari di 8 bandara utama Australia.
Para pekerja akan mogok selama masing-masing dua jam, dua kali sehari, pada jam puncak operasi di bandara internasional Sydney, Melbourne, Brisbane, Perth, Adelaide, Darwin, Coolangatta dan Cairns.
Rencana mogok ini mengikuti aksi serupa yang terjadi pekan ini di Cairns, Perth dan Darwin.
Staf Imigrasi dan Perbatasan Australia akan mogok kerja dua kali sehari selama masing-masing dua jam, pada jam puncak operasional bandara. (Foto: AAP, Dan Peled)
Sekretaris Nasional Serikat Pekerja Sektor Masyarakat dan Publik, Nadine Flood, mengatakan, staf menghadapi pemotongan upah di bawah kebijakan negosiasi baru Pemerintah Federal, yang ia sebut akan berdampak pada tunjangan yang mengkompensasi staf atas kondisi kerja mereka.
"Para pekerja ini marah, mereka berada di bawah tekanan, mereka menghadapi pemotongan besar atas gaji dan hak kerja mereka dan Pemerintah benar-benar tak mendengarkan," utaranya.
Ia mengatakan, pihak Imigrasi dan Perbatasan telah mengirim manajer mereka di seluruh Australia untuk meredam demo di bandara-bandara.
"Operasi ‘band-aid’ jutaan dolar ini berarti dampak aksi mogok pada masyarakat yang bepergian akan tak terduga, dan mungkin berbeda dari tempat ke tempat dan hari ke hari," kemukanya.
Para penumpang pesawat internasional dari dan ke Australia makin menghadapi penundaan jadwal karena serikat pekerja yang mewakili petugas Imigrasi
- Sulitnya Beli Rumah Bagi Anak Muda Jadi Salah Satu Topik di Pemilu Australia
- Rusia Menanggapi Klaim Upayanya Mengakses Pangkalan Militer di Indonesia
- Dunia Hari Ini: Siap Hadapi Perang, Warga Eropa Diminta Sisihkan Bekal untuk 72 Jam
- Rusia Mengincar Pangkalan Udara di Indonesia, Begini Reaksi Australia
- Dunia Hari Ini: Katy Perry Ikut Misi Luar Angkasa yang Semua Awaknya Perempuan
- Dunia Hari Ini: Demi Bunuh Trump, Remaja di Amerika Habisi Kedua Orang Tuanya