Petugas Keamanan Buka Suara Terkait Dugaan Pemerkosaan di Gedung Parlemen Australia

"Begitulah sampai saya menyadari betapa mabuknya perempuan ini," tambahnya.
Nikola memberikan kartu yang dikenal sebagai Pas Identifikasi Positif, atau kartu hijau, yang memungkinkan pemegangnya memiliki akses tanpa batas dan tanpa pengawalan.
Dia membawa kedua orang ini ke kantor Senator Reynolds, membukakan kunci pintu dan membiarkan mereka masuk sebelum kembali melanjutkan tugasnya.
External Link: The Brittany Higgins story: an allegation of sexual assault in Australian politics | Four CornersTinggalkan gedung parlemen dengan terburu-buru
Begitu berada di dalam kantor, menurut pengakuan Brittany, rekan prianya itu mulai mencari barang yang dia perlukan.
Brittany sendiri mengaku tertidur di sofa.
Dalam wawancara kepada news.com.au dan Ten Project dari saluran Network Ten, Brittany mengaku terbangun dan menemukan pria itu sudah berada di atas tubuhnya.
"Saya terbangun di tengah pemerkosaan," ujarnya.
"Saya tidak tahu bagaimana bisa tahu dia sudah selesai, tapi saya merasa itu terjadi beberapa waktu atau dia hampir selesai. Ia sangat berkeringat. Saya tidak bisa melepaskannya. Di saat itulah saya mulai menangis."
Di malam hari 23 Maret 2019, Nikola Anderson sedang bertugas di Gedung Parlemen Australia
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana