Petugas LP Ini Akui Bantu Napi Transaksi Narkoba dalam Penjara

Seorang pekerja lembaga pemasyarakatan telah mengakui bahwa dirinya mengizinkan sejumlah narapidana di penjara Kimberley, Australia Barat, untuk menggunakan telepon kantornya guna mengatur transaksi narkoba, hanya karena ia ingin berteman dengan mereka.
Michelle Janice Taylor terbukti bersalah dalam persidangan di Pengadilan Negeri Perth, dengan dua dakwaan korupsi serta 7 kali melakukan tindakan mengkakses informasi rahasia di komputer polisi, dan membagikannya ke para tahanan.
Pelanggaran itu terjadi di Penjara Regional Kimberley Barat, pada bulan Juni dan Agustus tahun lalu.
Michelle mengizinkan dua narapidana menggunakan telepon untuk mengurus penyelundupan ganja ke dalam penjara.
Jaksa Lisa Howells mengatakan, telepon Michelle tak dipantau oleh otoritas penjara dan bahwa dalam salah satu telepon, ia memberitahu sang lawan bicara kalau percakapan itu tak direkam dan mereka bisa berbicara dengan bebas.
Ia juga mengakses informasi detil mengenai orang-orang yang ada di data komputer penjara, dan membolehkan para tahanan melihatnya pula.
Jaksa Lisa menuturkan, Michelle mengaku kepada para penyidik, ia melakukan hal itu karena ‘ia ingin mempererat pertemanannya’ dengan para napi.
Seorang pekerja lembaga pemasyarakatan telah mengakui bahwa dirinya mengizinkan sejumlah narapidana di penjara Kimberley, Australia Barat, untuk
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi