Pihak Berwenang AS Wawancara Orang Tua Remaja Tersangka Penembakan di Supermarket

Pasar ini terletak di lingkungan yang didominasi orang Amerika keturunan Afrika.
"Sangat berat. Saya mencoba menjadi saksi tapi hal itu sangat berat," kata warga Buffalo, Yvonne Woodard.
"Kami bahkan tidak bisa lagi pergi ke toko itu dengan tenang. Ini gila."
Pada hari Minggu, Komisaris Polisi Buffalo Joseph Gramaglia mengatakan Payton telah berada di kota tersebut "setidaknya sehari sebelumnya".
Polisi menuduh Payton menembak 11 orang kulit hitam dan dua orang kulit putih Sabtu lalu (14/05) dan menyiarkannya secara langsung sebelum mengakui perbuatannya kepada pihak berwenang.
Tangkapan layar yang diduga berasal dari siaran platform Twitch menunjukkan julukan rasial yang terukir di senapan yang digunakan dalam serangan itu, serta nomor 14, yang kemungkinan merujuk pada slogan supremasi kulit putih.
Terorisme domestik
Akibat serangan tersebut, kawasan luar supermarket Buffalo dijaga ketat.
Pada hari Minggu (15/05) pagi, Jaksa Agung negara bagian Letitia James berbicara di sebuah kebaktian gereja dengan emosional.
Agen federal AS mewawancarai orang tua dari seorang remaja yang dituduh menembak dan membunuh 10 orang di sebuah supermarket di Buffalo, di negara bagian New York
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana