Pimpinan Universitas Australia Ingin Kejelasan soal Kedatangan Mahasiswa Internasional

Sementara itu Rektor Griffith University, Carolyn Evans mengatakan keputusan Pemerintah Australia akan disambut hangat oleh para mahasiswa internasional.
"Ini kesempatan yang bagus bagi kami untuk bekerja sama dengan pemerintah Queensland guna memastikan Queensland mendapat manfaat ekonomi dan sosial maksimal dari pengumuman tersebut," kata Professor Evans.
Ketika ditanya mengenai kemungkinan mencabut keharusan menjalani karantina bagi mahasiswa internasional, juru bicara Queensland Health mengatakan risiko berkenaan dengan kedatangan internasional masih belum berubah.
"Kami mengerti larangan perbatasan dan keharusan karantina adalah masalah sulit, namun hanya diperlukan satu orang terkena COVID-19 untuk menciptakan klaster di masyarakat," katanya.
"Ketika 90 persen warga Queensland sudah mendapatkan vaksinasi, kedatangan internsional tidak perlu lagi menjalani karantina kalau mereka sudah divaksin penuh."
Artikel ini diproduksi oleh Sastra Wijaya dari ABC News
Saat ini kebijakan soal kapan mahasiswa internasional asing berbeda-beda di setiap negara bagian di Australia, yang juga menimbulkan kebingungan banyak pihak
Redaktur & Reporter : Adil
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi