Pindah dari Indonesia Tanpa Bisa Bahasa Inggris, Gabrielle Bisa Bertahan Berkat Bantuan Temannya

"Esok harinya ketika saya ke sekolah lagi, teman-teman membuat kartu yang ditulis dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia."
"Kelas terasa berbeda. Saya menyadari bahwa teman-teman sangat peduli dengan saya," katanya lagi.
Upaya memperlancar bahasa Inggris
Pengalaman tersebut membuat Gabrielle ingin lebih giat belajar bahasa Inggris untuk bisa mendapat teman sebanyak mungkin.
"Saya banyak membaca buku, majalah, novel dan juga berbincang dalam bahasa Inggris dengan ibu saya di rumah."
Gabrielle juga mendapat kerja sambilan di sebuah kafe lokal, yang membuat ia semakin percaya diri.
"Sekarang tiga tahun sejak saya meninggalkan rumah saya di Banyuwangi, saya menjadi kapten olahraga di sekolah, dan presiden Dewan Perwakilan Sekolah," kata Gabrielle.
Jabatan kapten sekolah banyak diminati di sekolah-sekolah di Australia karena biasanya diperuntukkan bagi mereka yang berprestasi di bidangnya, sementara dewan perwakilan sekolah adalah organisasi semacam OSIS di Indonesia.
"Saya bangga dengan apa yang sudah saya perbuat dan tanggung jawab yang saya miliki," kata Gabrielle.
Tiga bulan setelah ia menjejakkan kakinya di Australia, Gabrielle menerima pesan singkat yang paling menyedihkan yang pernah ia terima.
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi