PKS Juga Incar Kursi Pimpinan DPR
jpnn.com - JAKARTA - Partai Keadilan Sejahteraa (PKS) terang-terangan mengincar kursi pimpinan DPR RI karena sesuai Undang-undang 17/2014 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD (MD3), pimpinan DPR dipilih melalui voting oleh seluruh wakil rakyat.
"Kita akan mengajukan (kandidat pimpinan) kalau rujukannya kepada UU MD3. Di DPR ada lima pimpinan. Satu ketua dan empat wakil ketua. PKS akan mengajukan kader tebaiknya untuk menduduki posisi pimpinan," kata Ketua Fraksi PKS DPR Hidayat Nur Wahid di Gedung DPR RI Jakarta, Selasa (19/8).
Namun, saat ini PKS bersama partai-partai yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih seperti Golkar, Gerindra, PAN, PPP dan PBB masih menunggu putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait gugatan UU MD3 yang diajukan PDI Perjuangan. Sehingga nama-nama yang akan diajukan sebagai kandidat pimpinan DPR juga belum final.
"Siapanya belum, karena koalisi permanen sangat paham Undang-undang masih disengketakan (di MK), tentu kami menunggu keputusan di MK," jelas Hidayat.
Dia juga mengingatkan bahwa mekanisme pemilihan pimpinan DPR sebagaimana diatur UU MD3 bukan hal baru karena sudah pernah diterapkan sejak pemilu 1999, 2004 dan 2009. Apalagi pada prinsipnya Ketua DPR memang harus dipilih dari dan oleh Anggota DPR.
Sementara pemilihan Ketua DPR secara langsung menjadi hak partai pemenang pemilu baru terjadi pada pemilu 2009-2014. "Ketua DPR dipilih dari dan oleh anggota terjadi sejak tahun 1999, baru tidak terjadi tahun 2009," tambahnya. (fat/jpnn)
JAKARTA - Partai Keadilan Sejahteraa (PKS) terang-terangan mengincar kursi pimpinan DPR RI karena sesuai Undang-undang 17/2014 tentang MPR, DPR,
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Anak Buah Prabowo Ini Sebut Ibu Kota Negara Masih DKI Jakarta
- Pernyataan Terbaru Mendikdasmen Abdul Mu'ti soal Kenaikan Gaji, Honorer Bisa Senang
- Cara Indonesia Re Membangun Budaya Integritas dan Akuntabel
- Wujudkan Ruang Ibadah yang Nyaman, NIPPON PAINT Percantik 51 Musala di Jateng
- Kemendagri Bikin Acara Identitas Kependudukan Digital Sejalan dengan Asta Cita Prabowo
- Usut Kredit Fiktif Rp220 M, KPK Panggil Pihak BPR Bank Jepara Artha