PKS: KPK Harus Transparan
Sabtu, 04 September 2010 – 08:35 WIB

PKS: KPK Harus Transparan
JAKARTA -- Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mustafa Kamal menyatakan, sudah seharusnya KPK menetapkan tersangka penyuap dalam kasus itu. “Aneh benar, ada yang disuap, tetapi penyuapnya tidak ketahuan. Ini harus ada transparansi dari KPK dalam menguak suatu kasus,” ujarnya di Gedung DPR RI Jakarta, kemarin (3/9). Sudding menjelaskan, siapa penyuapnya adalah orang-orang yang punya kepentingan di dalam kasus itu. “Nggak mungkin kan orang memberikan sesuatu tanpa kepentingan. Yang aneh si penerima diberikan tersangka, tapi penyuanya tidak ada,” jelasnya.
Dia menyatakan KPK tidak boleh tembang pilih dalam kasus tersebut. Meski dari fraksinya tidak ada yang dijadikan tersangka, namun dirinya tetap mendesak harus diungkap. “Ya, rakyat menginginkan keterbukaan dalam kasus ini,” ujarnya.
Baca Juga:
Sementara Wakil Ketua Fraksi Hanura Saripuddin Sudding mengatakan sudah sepantasya ada penetapan tersangka bagi penyuap. “Kita kan tahu sudah ada yang disidang dalam kasus ini. Dan mereka adalah para penerima suap. Terlebih lagi kini KPK tetapkan 26 tersangka baru. Jadi sangat tidak mungkin kalau KPK tidak tahu siapa yang menyuapnya. Jadi harus segera turut dijadikan tersangka bagi penyuap,” ujarnya.
Baca Juga:
JAKARTA -- Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mustafa Kamal menyatakan, sudah seharusnya KPK menetapkan tersangka penyuap dalam kasus itu.
BERITA TERKAIT
- Wamenaker Noel Pastikan Kemnaker Berada di Garis Terdepan Perjuangkan Hak Buruh Sritex
- Sachrudin-Maryono: Jadikan HUT Kota Tangerang sebagai Momen Perkuat Kebersamaan & Kolaborasi
- Prof Agus Surono: Jangan Biarkan Satu Institusi Menjadi 'Superbodi'
- Selamat, Guru Besar Untar Profesor Ariawan Gunadi Raih Penghargaan Internasional
- Baznas (Bazis) DKI Luncurkan 18 Program Ramadan, Target Kumpulkan ZIS Rp 120 Miliar
- Sritex Setop Operasional 1 Maret, Karyawan Teken Surat PHK