Plang RSBI tak Langsung Dicopoti
Selasa, 08 Januari 2013 – 19:35 WIB

Mendikbud Mohammad Nuh. Foto: Arundono/JPNN
JAKARTA – Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang membubarkan RSBI langsung ditanggapi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh dengan menggelar konferensi pers di kantornya, Selasa (8/1) malam. Nuh berpendapat bahwa UU Sisdiknas satu mata rantai dengan UU Guru dan Dosen, yakni UU Nomor 14 Tahun 2005, yang memuat salah satu tugas guru mempersiapkan diri untuk mengajar di sekolah-sekolah internasional. Karena sudah menjadi UU, maka sudah menjadi tugas pemerintah menjalankannya.
Namun Mantan Rektor ITS itu terlihat santai menyikapi pembubaran sekolah yang menurutnya bagian dari produk reformasi itu.
Baca Juga:
“Jadi begini, Undang-undang ini (Sisdiknas) dibuat 2003 lo ya, jangan lupa. Semangat di tahun 2003 sangat-sangat kental dengan reformasi 1998, lima tahun setelah reformasi. Sehingga bisa dibayangkan urusan harga diri sebagai suatu bangsa menjadi sangat-sangat kuat. Harus jadi bangsa besar. Karena itu dibuat UU Sisdiknas, di dalamnya ada konten RSBI,” kata Nuh mengawali penyataan persnya.
Baca Juga:
JAKARTA – Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang membubarkan RSBI langsung ditanggapi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad
BERITA TERKAIT
- UNSRI dan Ganesha Operation Berbagi Trik Lulus Seleksi Masuk PTN
- UBM Ajak Siswa Kenali Potensi Data Science dan Artificial Intelligence
- SIS South Jakarta Salurkan Hasil Mega Bazaar ke Organisasi Nirlaba
- Puasa dan Idulfitri 2025: Libur Sekolah 13 Hari, Tidak Termasuk Tanggal Merah
- BEMSMART23, Dukung Pemberdayaan Siswa di Bidang Olahraga dan Seni
- Pesan Kepala BPKH kepada Wisudawan UI: Jadilah Pribadi yang Impactful